Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2026 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Cerita dari Negeri Amerika (Part 9)



Aku hanya berdiri dan terdiam. 


Andaikan waktu bisa diulang kembali, aku tidak akan pernah menerima tawaran kerja dari Mrs. Anne. Aku akan meneruskan pekerjaanku meskipun hanya di kedai kopi yang upahnya hanya mencukupi keseharianku saja. Daripada di sini, karena aku menganggap ini bukan bidangku, bukan diriku, dan sudah jelas bukan yang aku inginkan. Hanya tubuhku saja yang ada di sini karena pikiran dan perasaanku sangat jauh sekali dari tempat ini. Aku ingin segera menyelesaikan pelatihan ini, ingin segera keluar dari tempat yang aku anggap melebihi penjara—meskipun aku belum pernah masuk penjara, tapi pasti tidak akan jauh berbeda dari ini, apalagi dengan disiplin waktu yang sangat berlebihan. Bukan hanya waktu istirahat yang harus disiplin, bahkan mandi, makan, dan istirahat pun tidak boleh melebihi waktu yang sudah ditentukan. 


Namun mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku melarikan diri dari tempat ini, apalagi dengan penjagaan yang sangat ketat. Baiklah, sementara akan kujalani saja karena saat ini aku sedang menjalani nasibku, bukan takdir. Aku masih bisa mengubahnya. 


Sekitar pukul 3 pagi, semua orang yang sedang tertidur lelap dibangunkan dengan suara alarm yang begitu keras, padahal kami baru istirahat dua jam saja, dan latihan sebelumnya juga sangat melelahkan. Berlari, mengangkat beban, belajar menembak, belajar menggunakan kode-kode yang ada di komputer, berenang dan menyelam, hingga latihan bela diri—selain sangat menguras energi, mentalku juga sedikit terganggu. 


Kemudian semua orang dikumpulkan di lapangan; semuanya wajib berkumpul. Jika tidak mengikuti arahan pelatih, nasibnya akan sama seperti budak di zaman kehidupan kuno: akan dihukum dan mendapatkan sanksi yang sangat berat. Ini bukan latihan pramuka atau baris-berbaris, tapi sudah serius seperti militer. Jika ada kesalahan yang sama berulang kali, sudah pasti akan mendapatkan "hadiah" yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Contohnya saja, tidak boleh tidur di kamar melainkan harus tidur di kolam lumpur. Selain itu, tidak akan mendapat jatah makan selama sehari penuh, dan akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi jika beberapa kali melanggar aturan. Terakhir, aku pernah melihat orang yang disuruh menembak kepalanya sendiri meskipun ternyata dengan peluru kosong, karena dia sudah beberapa kali mencoba melarikan diri dengan menyandera beberapa petugas keamanan, dan berkali-kali pula banyak petugas yang tertembak. Sangat mengerikan. Makanya, lebih baik aku mengikuti semua aturan yang ada, sekalipun aku tidak menyukainya. 


Satu tahun berlalu. 

Aku sudah menguasai semuanya, apalagi ilmu bela diri yang sejak kecil sudah aku tekuni. Aku pun harus kembali ke kantor di Langley dengan dijemput oleh Mr. Adam dan Mrs. Anne. Kabarnya, aku akan mulai melaksanakan tugas pertama, yaitu tugas lapangan. Menurut berkas yang aku baca pada catatan laptop milik Mr. Adam saat perjalanan menuju apartemenku, jujur saja aku malah sedikit penasaran dengan tugas ini. Meskipun masih ada rasa takut, aku sangat ingin segera melaksanakannya, melakukan hal-hal yang baru bagiku dan bagi kehidupanku. Sudah pasti hal ini akan berpengaruh pada kehidupanku selanjutnya di masa mendatang. Tapi, aku akan mencoba menjalaninya, mencoba menjadi apa yang mereka mau. 


Setelah seminggu beristirahat, aku pun mulai kembali ke kantor. Hanya saja berbeda lantai. Kali ini aku berada di sebuah ruangan yang berisi banyak komputer dan jendela kaca; sangat jelas jika melihat ke luar gedung. Apalagi ruanganku lebih tinggi dari ruangan kerjaku saat masih mengurusi administrasi. Teman satu ruangan pun ada beberapa yang tidak asing, ya, di antaranya ada yang pernah satu sesi saat latihan di markas (kami menyebutnya markas, tempat latihan). Ada dua perempuan dan empat laki-laki. Tidak pernah ada yang akrab dengan mereka, hanya kenal sepintas saja. 


Aku pun mulai membaca surat tugas pertamaku yang mereka kirim melalui surel. Ternyata tugas pertamaku adalah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang ada di sebuah rumah yang terletak di kawasan elit daerah Buttonwood Ln, Virginia—sekitar dua jam perjalanan menggunakan mobil. Meskipun masih sekadar asisten penyelidik, aku sangat antusias sekali. Setibanya di tempat kejadian perkara, ternyata polisi sudah melakukan penyelidikan terlebih dahulu, tapi kami tetap harus melaksanakan tugas ini. Kami pun turun dari mobil. 


Pembunuhan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kamu disini!👇✌️😁