Kenapa ada orang yang tidak ingin mempunyai anak?
Kenapa ada orang yang tidak menginginkan kesempatan untuk diberi anugerah terindah dari sang Maha Pencipta?
Kenapa ada orang yang tidak menginginkan kehadiran anak di tengah kehidupan terbaik yang sedang dia jalani?
Kenapa ada orang yang tidak bahagia atas hadirnya sosok dari darah dagingnya sendiri?
Kenapa ada orang yang tidak menerima baik dan buruk anaknya sendiri?
Kenapa ada orang yang mengabaikan anaknya sendiri?
Dan dari sekian banyak pertanyaan yang muncul di kepala Ahmad, kini dia menemukan jawabannya.
Jawabannya adalah karena anak itu memang tidak pernah diharapakan.
***
Ahmad adalah seorang Housekeeping di sebuah hotel yang berada di pusat kota. Usianya 34 tahun yang sudah bisa dikatakan cukup matang untuk menerima beberapa permasalahan dalam hidupnya. Mungkin banyak pria yang seumuran dengan Ahmad yang cara berpikirnya belum seperti dirinya. Tapi dia sudah cukup dewasa untuk bisa berpikir dan menerima semua permasalahan yang ada, baik itu masalah yang datang dari lingkungan pekerjaan maupun pribadinya. Meskipun Ahmad hanya seorang petugas kebersihan hotel dan hanya lulusan SMA yang tidak seperti saudara-saudaranya yang pernah mengenyam pendidikan berpredikat sarjana, tapi dia memiliki pemikiran yang logis dan sistematis tapi juga cukup sederhana.
Terbukti Ahmad bisa dengan mudah mendidik anaknya dengan sangat baik.
Anaknya kini sudah berusia 16 tahun.
Masa transisi dari remaja hingga dewasa Ahmad sejak berumur 18 tahun sudah dihabiskan untuk membesarkan seorang anak yang sangat dia sayangi. Dia takut jika anaknya tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang cukup atau bahkan lebih seperti yang pernah dia alami. Dia selalu berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh anaknya, baik itu sekadar materi atau sebagai figur dengan menjadi sosok yang selalu ada untuk anaknya. Karena bagi Ahmad, materi itu masih bisa dicari dan ditemukan di banyak tempat dan dari orang lain. Sedangkan figur itu tidak semua orang mampu memberikannya.
Ahmad terlahir dari keluarga yang cukup berada.
Ahmad kecil mempunyai Ayah seorang guru.
Kakeknya pun seorang guru. Banyak anggota keluarganya yang berlatar belakang guru. Bahkan cita-cita Ahmad pada saat kecil pun ingin menjadi seorang guru.
Menjadi guru itu bagi Ahmad adalah sebuah mimpi yang sangat mulia. Selain karena melihat sosok Ayahnya yang banyak disegani oleh orang lain karena berprofesi sebagai seorang guru, dulu dalam pikiran Ahmad jika menjadi guru akan membuat kehidupannya bermanfaat untuk orang banyak.
Tapi cita-cita Ahmad itu seketika memudar di saat dia duduk di bangku SMA dan mengetahui suatu rahasia kecil ketika menyaksikan bagaimana Kakak perempuannya memperoleh ijazah untuk mendaftar menjadi seorang guru dengan hanya membelinya seharga belasan atau puluhan juta rupiah.
Ahmad menjadi skeptis terhadap Ayahnya sendiri yang dengan terang-terangan melakukan hal seperti itu.
Setelah kejadian membeli itu, Ahmad pun mulai melihat dengan cermat kebiasaan Ayahnya yang lain. Dulu masih ada pengelolaan uang BOS sekolah.
Mendengar desas-desus yang pada saat itu Ahmad tidak terlalu jelas dengan melihat faktanya tapi sangat terekam jelas di memorinya. Apalagi ditarik mundur ketika musim pembagian Susu Sekolah. Ayahnya selalu mempunyai stok susu banyak di rumahnya. Kenapa ada Susu Sekolah di rumah?
Ahmad tidak begitu tahu bagaimana perilaku Ayahnya di luar sana.
Karena Ahmad kecil sebelum SMA tinggal dengan salah satu anggota keluarga lainnya yang merupakan Kakak dari Ayahnya Ahmad.
Ahmad kecil.
Ibunya seorang perempuan cantik yang membuat tertarik seorang pemuda yang sedang menempuh pendidikan SPG atau setingkat SMA pada masanya.
Karena keduanya saling jatuh cinta, mereka pun memutuskan untuk menikah.
Di tengah kebahagiaan pasangan itu lahirlah seorang anak perempuan bernama Sinta yang semakin menambah kebahagiaan keluarga kecil itu. Tapi semua kebahagiaannya sedikit terganggu karena pada masa itu yang namanya guru baru diangkat harus bersedia ditempatkan di wilayah mana saja.
Jadi sang suami harus bertugas ke luar kota.
Sedangkan sang istri dan Sinta kecil hanya tinggal berdua saja.
Ahmad tidak terlalu mengingat cerita tentang bagaimana kisah pilu antara Ibu dan anak perempuan yang ditinggal bertugas itu. Tapi yang Ahmad ingat itu cerita bagaimana ketika Ibunya mulai sakit-sakitan dan bahkan harus dioperasi. Pada saat itu Sinta sudah berusia 4 tahun setidaknya sudah banyak mengingat apa yang dia lihat.
Di tengah perjuangan sang istri melawan rasa sakit dan harus mengurus anaknya, dikabarkan bahwa ternyata sang suami jatuh cinta di tempat di mana dia bertugas. Bahkan sang suami memutuskan untuk menikahi seorang janda yang membuat dirinya kembali jatuh cinta untuk kedua kalinya yang pada saat itu caranya pun cukup diragukan kebenarannya. Diceritakan bahwa untuk mendapatkan surat izin menikah lagi dengan alasan karena istri pertama sudah tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan sang suami lagi pun hanya memakai secarik kertas yang bertanda tangan mertuanya saja.
Kenapa tidak bercerai dan ditinggalkan saja?
Di tengah situasi yang sudah mempunyai keluarga baru, sang suami masih bertemu dengan istri pertama.
Padahal dokter sudah berkata bahwa setelah operasi jangan sampai melakukan hubungan selayaknya suami istri. Tapi yang namanya manusia, semakin dilarang semakin antusias untuk melanggar.
Hingga pada akhirnya kedua istri itu pun hamil dalam waktu yang bersamaan.
Sembilan bulan kemudian lahirlah anak perempuan dari istri kedua yang diberi nama Santi. Dan 19 hari kemudian pun lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Ahmad.
Karena Ahmad kecil tidak memungkinkan untuk dirawat dan dibesarkan oleh Ibunya, dia pun dibawa oleh Kakak dari Ayahnya Ahmad.
Tidak ada kenangan yang terekam dalam ingatan Ahmad pada saat kecil bersama Ibunya.
Karena selain jarak yang jauh, ketika Ahmad berusia 6 tahun Ibunya pun meninggal karena sakit yang dideritanya. Jadi Ahmad menghabiskan masa kecilnya bersama kedua orang tua asuhnya saja. Bertemu dengan Ayahnya pun hanya sesekali dan lebih sering di sekolah saja. Itu pun karena kebetulan Ahmad bersekolah di sekolah yang sama di mana Ayahnya mengajar.
Ahmad remaja.
Ahmad remaja yang hanya tinggal bersama kedua orang tua asuhnya sangatlah sederhana.
Tapi di tengah kesederhanaan itu dia tumbuh menjadi anak yang baik dan cukup pintar.
Baik itu pendidikan agama di rumah dan pendidikan formal di sekolah pun cukup bagus.
Terbukti dengan menjadi ranking di sekolah dan menjadi peserta MTQ.
Sekilas tidak ada yang kurang dari penglihatan mata manusia pada umumnya.
Tapi Ahmad kecil tidaklah sebaik itu.
Dia mulai mencari perhatian dengan beberapa kenakalan yang dia lakukan.
Karena hati terdalam Ahmad tidak merasakan bagaimana kasih sayang orang tua yang utuh sebagaimana yang dia inginkan. Hanya saja Ahmad kecil tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Hingga pada akhirnya Ahmad tumbuh menjadi sosok yang berani melawan bahkan membangkang.
Hanya saja kenapa semua orang tidak ada yang memahami keinginan Ahmad kecil pada saat itu?
Di tengah bentakan dan kemarahan semua orang atas perilaku Ahmad yang mungkin sudah melewati batas wajar, kenapa tidak ada seorang pun yang membelanya bahkan untuk memeluknya? Bahkan ketika Ahmad kecil menangis karena telinganya dijewer tidak ada seorang pun yang menyeka air matanya.
Atau mungkin ada yang bertanya keinginan Ahmad kecil pada saat itu apa.
Padahal keinginan Ahmad kecil pada saat itu sederhana, dia hanya ingin dirinya diperlakukan seperti "anak" yang masih membutuhkan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya sesederhana pelukan atau kalimat penenang bukan bentakan apalagi tangan-tangan yang dengan gampangnya menjewer telinganya. Karena betapa hausnya kasih sayang yang Ahmad kecil harapkan pada saat itu. Ahmad kecil hanya ingin disayangi dan dicintai.
Kenapa semua orang hanya melihat sisi Ahmad kecil yang bandel?
Kenapa tidak ada seorang pun yang mencoba untuk menemukan alasan kenapa Ahmad kecil senakal itu?
Kenapa?
Ataukah karena?
(Ini merupakan cerita fiksi/ karangan semata. Jika terdapat kesamaan dari alur cerita, itu merupakan ide dan kreatifitas sang penulis semata).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar kamu disini!👇✌️😁