Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2026 by Personal Blog & Google

Sabtu, 04 Juli 2026

Nero is My Name (Part 4)



Siapa sebenarnya ibuku?


Dan kenapa Fredy baru muncul sekarang, setelah dua puluh tahun menghilang dari hidupku? 


Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku.


Bahkan setelah pertemuanku dengan Rosi berakhir.

 


Pertemuan kami berlangsung tidak terlalu lama.


Aku tidak memberikan semua dokumen yang kumiliki.


Aku hanya menunjukkan sebagian kecil.


Cukup untuk membuktikan bahwa aku memang memiliki sesuatu yang penting.


Sesuatu yang layak untuk ditelusuri.


Rosi terlihat serius sejak awal.


Bahkan lebih serius daripada yang kubayangkan dari seorang reporter magang.


Sebelum kami berpisah, kami bertukar kontak.


Sejak saat itu kami beberapa kali saling mengirim pesan.


Kadang tentang dokumen yang sedang ia telusuri.


Kadang hanya sekadar bertanya kabar.



Sementara itu hidupku tetap berjalan.


Aku masih berangkat kuliah.


Masih duduk di ruang kelas.


Masih mengerjakan tugas seperti mahasiswa lainnya.


Dari luar, hidupku terlihat normal.


Tapi sebenarnya tidak.


Karena setiap malam aku kembali memikirkan hal yang sama.


Fredy.


Dan ibuku.



Suatu malam aku kembali mengirim email kepada Fredy.


Kali ini aku tidak bertanya tentang dokumen.


Tidak juga tentang para pejabat yang namanya muncul dalam data.


Aku hanya ingin tahu satu hal.



“Di mana ibuku?”


“Apakah dia masih hidup?”


“Bolehkah aku menemuinya?”



Aku menunggu lama.


Sangat lama.


Hingga akhirnya balasan masuk.



Jawaban yang kuterima justru membuat dadaku terasa sesak.



“Ibumu adalah seseorang yang kutemui saat hidupku masih sangat berbeda.”


“Aku tidak pernah bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya.”



Aku membaca perlahan.


Lalu melanjutkan ke bagian berikutnya.



“Aku kehilangan jejaknya bertahun-tahun lalu.”


“Aku tidak tahu di mana dia sekarang.”



Aku terdiam.


Jawaban itu tidak cukup.


Bahkan justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.



Aku kembali membalas.



“Siapa namanya?”



Tidak ada jawaban.


Hari itu berlalu.


Lalu hari berikutnya.


Tetap tidak ada jawaban.



Aku terus bertanya.


Lagi.


Dan lagi.


Dan lagi.



Untuk pertama kalinya aku merasa seperti anak kecil yang sedang mencari sesuatu yang hilang.


Sesuatu yang bahkan tidak pernah benar-benar kumiliki.



Akhirnya, beberapa hari kemudian, Fredy menjawab.


Hanya satu nama.



Frederica.



Aku menatap layar lama.


Nama itu terasa asing.


Aku tidak pernah mendengarnya sebelumnya.



Aku mencoba mencari berbagai informasi yang mungkin berkaitan dengan nama itu.


Namun hasilnya terlalu banyak.


Terlalu umum.


Terlalu samar.



Aku kembali menghubungi Fredy.



“Itu tidak cukup.”


“Aku butuh lebih banyak informasi.”



Lagi-lagi ia tidak langsung menjawab.


Seolah setiap pembicaraan tentang ibuku adalah sesuatu yang selalu ingin ia hindari.



Tapi kali ini aku tidak menyerah.


Aku terus bertanya.


Terus mendesak.


Terus meminta penjelasan.



Sampai akhirnya suatu malam sebuah email baru masuk.


Isinya jauh lebih panjang dari biasanya.


Ada tanggal lahir.


Ada kota asal.


Ada beberapa informasi lain yang selama ini tidak pernah ia berikan.


Bahkan ada satu foto lama.


Foto seorang perempuan muda yang sedang tersenyum ke arah kamera.



Aku memperhatikan foto itu lama sekali.


Mencari sesuatu.


Mungkin bentuk mata.


Mungkin senyum.


Mungkin sesuatu yang mirip denganku.



Entah karena memang ada kemiripan.


Atau hanya karena aku ingin mempercayainya.


Aku tidak tahu.



Yang pasti, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa memiliki petunjuk nyata tentang masa laluku.



Malam itu aku tidak tidur.


Aku membaca setiap informasi yang diberikan Fredy berulang kali.


Mencatat semuanya.


Menyusun potongan-potongan kecil yang selama ini hilang dari hidupku.



Di luar jendela apartemen, Jakarta masih sibuk seperti biasa.


Lampu-lampu kota terus menyala.


Mobil terus bergerak.


Orang-orang terus menjalani hidup mereka.



Sementara aku…


duduk sendirian di ruang tamu apartemen yang bahkan bukan milikku.


Berusaha mencari jejak seorang perempuan bernama Frederica.


Perempuan yang mungkin adalah ibuku.


Perempuan yang mungkin menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang selama ini tidak pernah terjawab.



Dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai…


aku merasa semakin dekat dengan kebenaran.


Sekaligus semakin takut terhadap apa yang akan kutemukan.


----


Setelah semua yang terjadi, satu hal yang tidak bisa aku singkirkan dari pikiranku adalah tentang ibuku.


Frederica.


Nama itu seharusnya sederhana.


Tapi semakin aku mencari, semakin aku sadar bahwa semuanya tidak sesederhana yang Fredy ceritakan.


Ada bagian yang tidak cocok.


Ada data yang hilang.


Ada jejak yang seperti sengaja diputus.


Aku mulai berpikir… mungkin ibuku pernah hidup dengan identitas yang berbeda.


Atau mungkin… ada sesuatu yang memang tidak ingin ditunjukkan kepadaku.


Dan justru dari situ, rasa penasaranku tentang ibuku semakin kuat.



Setiap hari aku tetap mencari.


Aku membuka arsip lama, data kependudukan, catatan digital, apa pun yang bisa aku akses.


Tapi hasilnya selalu sama.


Nihil.


Nama “Frederica” seolah tidak pernah benar-benar tercatat dengan jelas.



Di tengah pencarian itu, Rosi kembali menghubungiku.


Pesannya sederhana.


Dia ingin salinan data yang aku miliki.


Semua file yang pernah aku dapat dari Fredy.



Aku menolak.


Tapi bukan sepenuhnya.


Aku memberinya syarat.


Data itu hanya akan aku berikan jika dia benar-benar mempublikasikannya secara utuh, bukan disimpan atau disembunyikan.


Rosi tidak langsung menjawab.


Tapi aku tahu dia mempertimbangkannya.



Di saat yang sama, aku kembali berbicara dengan Fredy.


Aku menanyakan rencana Rosi.


Apakah aman jika aku terus bekerja dengannya.


Fredy menjawab singkat.


Dia mengizinkan.



Lalu dia memberikan satu target pertama.


Seorang pejabat daerah di Batam.


Batam, menurut file yang aku miliki, adalah salah satu jalur paling strategis untuk penyelundupan.


Pintu masuk dari luar negeri.


Tempat yang sangat mudah dilalui jika ada “orang dalam”.



Di dalam file itu, ada satu nama.


MR.


Lengkap dengan catatan transaksi.


Tanggal.


Bulan.


Tahun.


Dan aliran dana yang masuk ke rekeningnya dalam jumlah yang tidak kecil.



Aku menatap data itu cukup lama.


Lalu aku mengirimkannya ke Rosi.


Tanpa banyak kata.


Hanya bukti.



Seminggu kemudian, berita besar muncul di televisi nasional.


Penangkapan seorang mantan kepala daerah di Batam.


MR.


Nama itu disebut berulang kali.


Dinyatakan sebagai bagian dari jaringan besar.


Dan disebut memiliki keterkaitan dengan Fredy.



Tapi satu hal tidak berubah.


Fredy masih belum tertangkap.


Media masih memburunya.


Polisi masih mencarinya.


Dan semua orang masih bertanya:


di mana Fredy sekarang?



Sementara itu, hidupku berjalan di dua jalur yang berbeda.


Di satu sisi, aku tetap mencari ibuku.


Di sisi lain, aku mulai terlibat lebih dalam dengan Rosi.



Kami beberapa kali bertemu langsung.


Bukan di tempat besar.


Hanya di tempat yang biasa.


Kadang di café.


Kadang hanya duduk berbicara lama tanpa rekaman.


Tentang data.


Tentang kemungkinan berikutnya.


Tentang apa yang akan terjadi jika semua ini benar-benar meledak.



Dan yang aku sadari…


Rosi bukan hanya sekadar reporter magang lagi.


Dia mulai serius.


Dan dia mulai percaya bahwa ini bukan sekadar berita biasa.



Setelah kasus MR menjadi kenyataan, bukti yang aku miliki tidak lagi dianggap teori.


Itu sudah menjadi fakta.


Sesuatu yang bisa diverifikasi.


Sesuatu yang tidak bisa dibantah lagi.



Tapi di balik semua itu…


aku tetap kembali ke satu hal yang sama.


Setiap malam.


Setiap waktu kosong.


Setiap kali aku membuka laptop.



Ibuku.


Frederica.



Dan semakin aku mencari, semakin aku sadar satu hal:


aku tidak sedang hanya mencari seseorang.


Aku sedang mencoba memahami bagian dari diriku sendiri yang selama ini hilang.



Dan entah kenapa…


rasanya pencarian itu baru saja dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kamu disini!👇✌️😁