Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Minggu, 20 Agustus 2017

Pengalaman Pergi Ke Apollo Club (Gay Bar And Lounge) Jakarta 2017

Pengalaman ke Gay Bar Apollo Club

Maaf kalau judulnya frontal dan tanpa sensor sedikitpun.

Karena inilah aku sekarang, aku yang apa adanya, aku yang lebih terbuka kepada semua orang, aku yang tidak mampu lagi sembunyi dari kenyataan hidup yang mana harus tetap aku jalani.

Apa kata orang ? Aku tidak peduli lagi, aku sudah lelah peduli pada mereka yang pura-pura mengerti bagaimana hidup aku yang sesungguhnya.

Ok cut! Tarik nafas!


Siapa yang tidak tau sih nama tempat yang disebut Apollo ? Sebuah club bar atau tempat dugem atau night life nya bagi sebagian orang yang memang hobinya menghabiskan malam di tempat seperti itu.


Aku jelaskan sedikit.
Apollo Gay Bar adalah sebuah tempat dimana orang-orang yang datang kesana sebagian besar adalah para gay. Sudah paham belum ? Kalau belum silahkan close tab website ini!
Sebenarnya bukan hanya gay sih yang datang kesana, tidak sedikit pula yang datang itu orang-orang str8 (normal) bersama pasangannya, atau gak tau juga sih 😀


Tapi setidaknya sudah ada bayangan kan apa itu Apollo Gay Bar.


Jadi begini, selama aku keluar dari kota Bandung, dan menetap di Bali dan kembali ke Jakarta, aku belum pernah yang namanya keluar malam apalagi sampai masuk ke tempat seperti Apollo. Kalau di Bandung sih udah kejajah semuanya ya, mulai dari yang di Braga setiap hari Minggu malam itu lho..hihihi, sampai yang di daerah Pasirkaliki, di daerah Dago dan Cihampelas juga ah udah lah ya, Bandung gitu lho.

Dan kalau pas tinggal di Bali, aku hanya 2 kali mengunjungi bar yang di jalan Dhyana Pura, yakni tidak lain dan tidak bukan Mixwell dan Balijoe.
Dan paling sering ke Sky Garden, itu juga kalau ada DJ dari luar saja. Kalau di Bali sih nggak harus selalu ke Club sekelas Sky Garden ya kalau hanya mau nyari sesuatu, cukup nongkrong manjah aja di bar yang berbaris di sepanjang jalan Legian.


Nongkrong cantik biar uuunchhh 😁😁😁

Skip!


Kemarin tepat tanggal 19 Agustus 2017, aku ada kesempatan untuk pergi ke Apollo. Aku kesana sendiri sih, tapi sudah janjian sama teman saya, kita totalnya bertiga. Aku, teman aku yang biasa live di Blued (skip) dan satu lagi cewe.


Sekitar jam 1-an kita baru masuk. (Aku tidak boleh menyebutkan HTM dan apalagi mengambil gambar saat di dalam), aku tulis ini sebelumnya sudah meminta izin juga lho kepada mereka, jadi tidak sembarangan.

Setalah masuk, yang aku lihat ya biasa aja sih sama seperti club malam pada umumnya, malah menurut aku ya, musik DJ nya itu lebih bagus di Sky Garden. (Ya iyalah) Hello!


Yang berbeda hanyalah orang-orang yang datang kesini 90% gay. Fix gay ! Dan selebihnya adalah (bodo amat) 😀
Dan acara yang katanya paling ditunggu-tunggu disini adalah pertunjukan go-go boy. (Standar aja sih bagi aku mah ya)


Karena niat aku sih hanya ingin hunting aja, dan kebiasaan aku menyedot minuman yang khas dari negara Eropa.

Skip!


Dan setelah aku searching juga ya, bukan hanya Apollo kok yang memang khusus untuk gay di Jakarta tuh, masih banyak juga yang lainnya, tapi kenapa lebih terkenal Apollo ? Aku tau.
Salah satunya adalah sistem manajemen iklan / promonya yang update, selain ada website khusus, hampir di setiap grup BBM/ WhatsApp atau medsos khusus gay ada aja yang promo.


Dan tempat lain mungkin karena ya itu dia, promonya yang kurang dan entah kenapa juga, mungkin Apollo kelasnya sudah beda aja. Mungkin.


Tips untuk kamu yang belum pernah ke tempat club malam atau tempat seperti Apollo.
Apalagi bagi pemula yang datang dari kampung dan masih labil (ngakunya) atau wajah yang polos sehingga terlihat bahwa dia tuh emang masih belum mengerti.

Aku kasih tau aja ya, jangan sok tau aja! Jangan sok artis atau apapun yang membuat orang lain ilfeel jika melihat kamu.
Aku tau itu tempat umum, itu tempat orang bebas mau melakukan apapun juga, mau joget sampai tulang kamu remuk, mau ciuman sampai bibir kamu abis, mau apapun bebas. Tapi please, harus kontrol. Harus tau diri, harus lihat situasi, harus sadar diri.
Intinya jangan kelihatan baru banget lah, apalagi datang cuma sendirian. Usahakan bersama orang yang kita kenal.

Dan kalau mau minum, usahakan untuk menyimpan gelas/ botol tepat di depan mata kita, kalau tau-tau ada yang masukin sesuatu kan repot juga.
Atau kalau ingin lebih nyaman lagi mendingan open table aja. Aku jamin, tidak akan ada yang menggangu. Kecuali kalau kamu sendiri yang iseng, yang memang pengganggu.

Satu lagi
Apollo adalah gay bar/club ya, khusus gay, tapi yang datang kesana tidak semuanya gay, banyak juga yang normal.

Kalau kamu memang hobinya goda sana goda sini, peluk sana peluk sini, cipok sana cipok sini, HATI-HATI kalau salah orang atau orangnya gak terima nanti repot sendiri lho.


Udah sih  itu aja tips nya.

Dan sekitar jam 4 kami pulang, teman aku yang cewe udah dapet cowok dan akan ke apartemen si cowok di daerah Sudirman, teman aku yang cowok dia ke hotel sama bule dari Australia, (thanks Mr ya minumannya haha), kalau aku niatnya kesana juga cuma mau ngikutin seseorang aja, stalking medsos nya udah males, nyadap HP nya udah cape, udah di reset juga sih. Makanya aku cuma pengen lihat dia aja sih.

Dan kamu tau ? Tips yang aku tulis diatas itu adalah untuk orang-orang seperti dia, yang masih baru, yang masih ingin tau dunia seperti ini, yang masih ingin bertemu dengan orang-orang baru, yang masih belum cukup jika ada yang (...) Skip aja ya !! Baper gw!
Intinya aku sudah tidak ada perasaan apapun, aku hanya peduli, aku takut terjadi apa-apa sama dia. Udah itu aja.


Jangan menyesal ya karena ujung-ujungnya yang kamu baca hanya sepenggal kisah patah hati.

Aku tunggu di komentar dan postingan lainnya.