Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 23 Februari 2011

Penulis Itu Pencuri ? Masa Sih ?


Manusia diberi pikiran untuk berpikir agar ia dapat hidup. Istilah ilmiahnya survival of living. Agar bertahan hidup dengan layak, manusia harus memberdayakan semua kekuatannya. Ia tidak akan berpangku tangan sembari menunggu rezeki turun dari langit. Ia akan terus mengejar dan mencari sumber kehidupan.
Seorang penulis pun akan melakukan hal yang sama. Penulis itu akan berusaha menghidupi pikirannya dengan hal-hal baru. Ia akan merasa lapar dan kelaparan dengan informasi terbaru. Ia tidak akan merasa puas dengan perolehannya saat ini. Bukannya tidak mau bersyukur, melainkan semata menunjukkan keinginannya untuk menjaga kualitas tulisan.
Untuk mendapatkan ide-ide baru, penulis sering mencurinya. Penulis akan berusaha mencari-cari celah guna mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Kadang menggunakan cara sopan, tetapi sering pula menggunakan cara yang tidak baik. Namun, hasilnya tentu dan pasti membawa kebaikan. Itulah hebatnya penulis: selalu memberi kebaikan. Karena merasa berhutang terhadap dirinya, penulis yang baik akan mencuri ide-ide dari semua yang ditemuinya. Ide itu dicuri dengan pendengaran, penglihatan, dan perasaannya.



Mencuri Ide dengan Pendengaran
Penulis itu mempunyai pendengaran yang tajam. Ia akan merekam semua yang didengarnya. Ia akan menyeleksi setiap informasi yang diperolehnya. Lalu, informasi-informasi itu dipilah dan dipilih, manakah informasi yang relevan dengan materi kepenulisannya? Maka, penulis yang baik biasanya lebih suka mendengarkan daripada berbicara!
Jika semua itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, aku menamainya mencuri. Sadar dan tidak sadar, pembicara itu telah dicuri idenya. Maka, rugilah pembicara itu dan untunglah penulis yang mampu menuangkannya menjadi tulisan yang indah. Pembicara hanya akan mendapatkan sanjungan semata karena isi. Namun, penulis justru akan mendapatkan beragam keuntungan dari ide yang dicurinya.



Mencuri Ide dengan Penglihatan
Penulis yang baik juga mempunyai penglihatan yang sangat tajam. Ia dapat membaca beragam tulisan secara cepat dan tepat. Semua yang dilihat dibacanya secara efisien waktu. Informasi yang berguna dipilihnya, disimpannya, dan diolahnya untuk menjadi gagasan baru. Pada akhirnya, penulis itu mencuri ide dari setiap tulisan yang dibacanya tanpa diketahui oleh penulisnya.
Aku pun sering melakukan ini. Aku sering membeli buku yang kuanggap menarik. Lalu, aku membacanya. Tiba-tiba, aku mempunyai gagasan baru setelah membaca buku itu. Alangkah baiknya jika buku ini dilengkapi dengan buku ini dan itu. Dan itulah ketajaman sang penulis:membaca setiap kesempatan meskipun sembari mencuri-curi.
Mencuri Ide dengan Perasaan
Penulis adalah makhluk social. Ia hidup dan bertempat tinggal bersama dengan manusia lainnya. Setiap manusia mempunyai karakter yang spesifik. Dan keberagaman itu akan dimanfaatkan oleh penulis yang baik.
Penulis akan memanfaatkan keunikan itu untuk mendapatkan ide-ide baru. Ketika berada di tengah masyarakat, penulis akan mempertajam hati dan perasaan. Ia akan merekam setiap suara dan tulisan yang diperolehnya. Pada akhirnya, penulis itu mendapatkan sesuatu yang baru dari peristiwa yang diketahuinya. Sering peristiwa itu dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna. Bagi seorang penulis, semua peristiwa itu berguna dan akan membawa manfaat baginya dan orang lain.
Selanjutnya, penulis akan mengemas setiap informasi yang didapatkannya. Ia akan terus mengksplorasi kemampuan berpikirnya hingga ke akar-akarnya. Ia menyadari bahwa tulisannya selalu mempunyai kekurangan. Dan ia akan terus belajar dari kekurangan-kekurangan itu. Penulis yang baik tidak mengenal putus asa. Akan menjaga gelora menulis di hatinya.
Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Semoga tulisan ini menginpirasi diri dan pembaca. Amin. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..