Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2018 by Personal Blog & Google

Wednesday, 23 August 2017

Pengalaman Hidup di Kota Bandung, Jakarta dan Bali (Cerita Fiksi 2017)

Antara Bandung, Jakarta dan Bali

Kali ini saya akan menulis beberapa pengalaman selama tinggal di kota Bandung, Jakarta dan Bali.

Kehidupan di kota sebenarnya sangat menyenangkan, semua serba ada, mulai dari makanan, fashion, tempat wisata, tempat hiburan malam, dan masih banyak lagi, juga tidak ketinggalan masalah suasana kota itu sendiri.

Pertama saya akan bercerita tentang pengalaman saya di kota Bandung, karena saya paling lama tinggal di kota ini.

Bandung ? Disaat mendengar nama Bandung yang langsung terlintas di pikiran saya adalah Gedung Sate, Alun-alun, fashion yang up-to-date, makanan yang yummy, orang-orangnya yang ramah dan terkahir adalah Sunda.

Saya lahir di kota Sumedang, tumbuh dewasa di kota Cianjur, dan untuk pertama kalinya saya merasakan yang namanya benar-benar hidup itu saat saya mulai menginjakan kaki di kota Bandung.
Sumedang, bagi saya hanya kota kelahiran. Cianjur,  bagi saya adalah rumah dan sejarah. Tapi Bandung,  bagi saya adalah lebih dari segalanya, karena saya mulai bisa mandiri di kota ini, pertama kerja, mengenal dunia luar, menemukan jati diri, menjalin hubungan sosial, dan segala kehidupan saya kota Bandung lah yang menjadi saksinya.

Suasana kotanya yang masih terbilang tidak terlalu berpolusi, meskipun terkadang macet tapi kendaraan masih tetap bisa maju, orang-orangnya yang ramah, mungkin karena masih tanah Sunda juga kali ya.

Terkahir saya tinggal di sebuah kost daerah Jalan BKR/ Lingkar Selatan. Sebenarnya saya di Bandung banyak sekali saudara, tapi (masa iya bahas keluarga lagi) ya sudah di skip aja ya.

Yang saya suka dari kota Bandung.
Orang-orangnya. Saya suka sekali. Mereka itu sangat welcome, open mind dan ramah. Tau kan perbedaan antara welcome sama open mind ? Skip! Mau debat silahkan ke email saya!
Yang saya rasakan selama tinggal di Bandung, mereka itu baik, lebih ke bersaudara. Sekali ketemu, euh bukan lagi deh kalau ngobrol ngaler-ngidul (Sunda mode-on).
Intinya orang-orangnya begitulah. Susah jelasinnya 😄

Makanan ?
Lidah Sunda dan makan makanan Sunda. Kenapa enggak. Menurut saya, dari sekian banyak kota yang pernah saya kunjungi, hanya kota Bandung yang makanannya terbilang lebih enak dan nikmat dan murah. Murah itu harus digarisbawahi ya. Hihihi 😄
Semua jenis makanan ada disini, bahkan selalu menjadi trand di kota-kota lainnya juga. Selain makanan khas Sunda sendiri, makanan khas dari luar kota pun tidak sedikit. Yang jelas, saat kamu ke Bandung pasti yang dicari adalah salah satunya adalah makanannya. Iya kan ?

Fashion.
Euh bukan lagi deh. Kalau sudah berbicara mengenai fashion, kota Bandung juaranya. Ratusan distro ternama ada disini. Dari harga yang low sampai yang high pun bertumpuk. Model-model terbaru apalagi, bukan main deh kalau masalah fashion. Tidak sedikit juga para pengusaha yang bergerak di bidang fashion lebih memilih kota Bandung sebagai pusat ordernya.
Juara deh pokoknya.

Wisata.
Tinggal berkendara beberapa menit saja sudah pasti bertemu dengan yang namanya tempat wisata di kota Bandung.
Kalau saya sukanya ke daerah Ciwidey. Meskipun kadang macet juga.

Hiburan di tengah kota ?
Ada kok. Banyak banget malah.
Kalau yang siang pada umumnya sih di mall-mall ada, kebon binatang mungkin yang lebih kekeluargaan. Hehehe

Kalau tempat hiburan malamnya ya tidak kalah dari kota-kota lain juga. Ada bar, diskotik, karaoke dll.

Kalau saya sendiri lebih suka ke tempat hiburan malamnya. Sepertinya hampir semua tempat sudah pernah saya kunjungi. Bahkan salah satunya ada yang udah jadi favorit. Itu lho yang di Pasirkaliki sama di Jalan Braga.. hehehe


Banyak deh pokoknya kalau yang menyenangkannya. Kalau kamu suatu saat ketemu aku dan mau ngobrol masalah keadaan kota Bandung, saya pasti akan nyerocos panjang lebar kali tinggi deh 😁. Atau mungkin bisa langsung chat saya di wa tuh ada di paling bawah. (Maaf promo dikit hahahaha)

Tidak sukanya tinggal di kota Bandung.
Saya tidak suka karena orang-orangnya tidak semuanya ramah dan menerima orang "seperti saya". Saya tidak bisa jelaskan disini intinya.
Terus lapangan pekerjaan sedikit, bahkan menurut saya sih terbatas. Apalagi bagi yang tidak terlalu berani mengambil resiko. 

Dan mungkin menurut saya ya, gaji karyawan yang hanya pas-pasan. Menurut saya lho ya. Tapi mungkin juga tergantung jenis pekerjaannya.

Masalah macet ? Mungkin iya. Tapi itu hanya kadang-kadang saja sih. Tidak setiap saat.
Apalagi ya ? Hmm (gw takut di somasi sama orang Bandung euy) hahahaha

Dan mungkin yang terkahir ya. Karena saya sendiri suka pantai, kota Bandung sangat membosankan karena tidak memiliki pantai. Hahahahahahahahaha ya iyalah ke laut aja jauhnya euh bukan lagi. Udah itu aja. Cukup.

Jakarta ?

I love this city. I love Jakarta. I love everything about Jakarta.

Itu yang biasa saya tulis di caption story instagram.

Jakarta itu bagi saya adalah surga. Cieee kiiiiwww 😄😄
Karena saya menemukan segalanya di kota ini, yang belum pernah saya temukan di kota Bandung dan kota lainnya. Semuanya lengkap di Jakarta. Lebih lengkap dari kota lainnya. Apa yang kamu cari, pasti ada di Jakarta. Makanan, fashion, barang-barang asli dan kw, orang-orang asli dan kw. Eh salah. Hehehe maaf. Semua orang berbondong-bondong datang ke kota Jakarta.
Bukan main ya, ribuan orang yang datang setiap tahunnya. Entah itu untuk bekerja, mencari kerja, manjadi gelandangan, mencari kesempatan untuk meraih kesuksesan, mencari kesempatan untuk meraih kebahagiaan, mencari pengganti yang hilang "mungkin", siapa tau aja kan pengen nyari jodoh di Jakarta, karena semua suku di Indonesia ada disini. Maksudnya lebih banyak jumlahnya dibandingkan kota-kota lainnya. Secara, Jakarta kan ibu kota.
Bisnis pasti ada, kepemerintahan udah jelas ada, pemukiman warga yang padat bukan pembahasan lagi, apa sih yang tidak ada di Jakarta ?
Apa coba ?

Di Bandung tidak ada pantai kan ? Di Jakarta ada lho.
Hiburan malam tidak pernah mati, restoran 24 jam bertebaran, pusat pendidikan apalagi, kampus berjejeran, mulai dari yang kelas biasa sampai yang kelas high ada disini, meskipun tidak selengkap di Kota Jogjakarta sih.
Semuanya ada di Jakarta.
Mungkin yang tidak ada itu gunung.
Yups, sangat sulit untuk mencapai titik adem disini, selain menekan tombol AC.
Apa ? Ke Puncak ? Iye tau! Tapi butuh waktu berapa lama untuk sampai kesana ? Mending kalau jalannya lebar, lah ini sempit gitu ya jelas macet. (Maaf saya bahas kota yang ada nama tempat Pundak-nya) BOGOR !!

Saya suka Jakarta, karena orang-orangnya yang cuek.
Entah kenapa bagi saya warga Jakarta itu cuek, bodo amat dan masing-masing. Tapi saya nyaman dengan suasana yang seperti itu. Karena mungkin saya sendiri orangnya tidak suka di ganggu, tapi bukan berarti saya tidak kenal dengan orang-orang Jakarta ya.
Tidak semua cuek dan masing-masing kok, itu hanya sebagian aja. Karena tergantung kitanya juga sih. Sering ketemu pasti sering bertegur sapa dong, kecuali gak bisa ngomong. Iya kali pakai bahasa isyarat juga bisa kan. Intinya saya suka orang lokal Jakarta. Love u guyz 😄

Masalah fashion tidak usah ditanya, masalah makanan apalagi, soalnya lengkap banget, dari setiap daerah ada disini. Lebih lengkap dari kota Bandung.
Tempat hiburan lengkap dan semuanya ada. Termasuk pantai yang saya selalu cari.

Masalah lapangan pekerjaan ?
Di kota Jakarta itu surganya bagi para pencari kerja. Semua jenis pekerjaan ada, mulai dari gaji yang kecil, standar, tinggi, lebih tinggi, makin tinggi, luar biasa tinggi ada di Jakarta. Tergantung skill si pencari kerja aja sih. Menurut saya sih😄

Tapi tidak sedikit juga sih yang nganggur. Banyak malah. Hmmm (takut di somasi juga ah)

Dan yang tidak menyenangkan dari kota Jakarta, bagi saya sih ya.
Pertama itu macet. Euh bukan lagi deh. Semua orang pasti sudah tau lah ya. Yang namanya macet sampai tidak bisa bergerak tuh di Jakarta ada, dan pasti selalu ada. Meskipun hanya di titik-titik tertentu saja dan di jam-jam tertentu juga.
Dan sekarang sih lagi pembangunan jalan dan MRT atau apalah namanya itu. Jalan layang udah berbelit-belit juga, pusing banget kalau yang baru pertama kali ke Jakarta mah.
Tips buat kamu yang mau ke Jakarta dan tidak paham jalanan yang di Jakarta, bisa langsung chat ke nomer wa saya yang ada di bawah ya, paling bawah banget tuh. (Iya kali gw selalu stay di Jakarta) ya kali aja gitu kan butuh pemandu. Yihaaaa 😄😄

Kalau saya sih ya, Alhamdulillah tidak pernah terjebak macet yang gimana-gimana, kalau hanya lampu merah sih itu biasa ya.
Karena saya sudah pasti tidak menggunakan angkutan umum seperti bus dan sejenisnya, termasuk bus Transjakarta. Saya selalu menggunakan jasa ojek online. Lebih cepat sampai ke tujuan, kalau macet bisa skip skip skip dan ngacir lagi. Kalau bus ya mau gimana lagi, macet ya mandet udah.

Terus yang tidak saya suka dari kota Jakarta itu, masalah polusi.
Sudah jelas, macet ya karena kendaraan melonjak, banyak, padet banget tuh jalan udah kaya (...) saking banyaknya kendaraan.
Polusi di Jakarta sudah tidak bagus. Sudah jelas lah ya, panasnya apalagi. Setiap harinya tuh notif cuaca di HP saya tidak kurang dari 33°©
Panas Bu. Ya Allah bukan lagi. Baru juga mandi barusan, lah kirain masih basah bekas mandi, eh ternyata keringetan gitu. Hihi.

Udah kali ya segitu dulu.


Bali.

Dari semua kota yang pernah saya kunjungi, hanya Bali yang menurut saya biasa saja. Masa sih ? 

(Baca sampai selesai)

Jujur!
Bali itu pulau yang indah, yang terkenal sampai ke mancanegara.
Saya suka pantai, dan Bali mempunyai banyak pantai yang indah.
Gunung ? Di Bali ada. Semua tempat rekreasi ada disini. Lengkap.
Apalagi tempat hiburan malamnya. (Saya selalu jadi point utama kalau membahas hiburan malam hehe). Di Bali tuh lengkap banget.
Legian tidak pernah sepi. Emang iya. Salah satu kawasan yang selalu ramai. Baik pagi, siang, sore, malam, subuh, saat hujan, saat panas, saat badai, saat petir, saat apalagi ya ? Ok skip!

Makanannya terbilang cukup lengkap dan sangat modern dibandingkan kota-kota lainnya. Mungkin karena disini lebih banyak turis asing ya, jadi cafe-cafe disini tuh western nya lengket banget. Dari berbagai negara ada kayanya. Belum pernah cek juga sih hehe. Tapi saya pastikan ada. Soalnya selama saya tinggal di Bali selama 3 bulan dan hampir setiap hari melewati jalan Legian, saya sudah hapal setelah melewati ini akan melewati tempat ini. Salahsatunya yang selalu ramai adalah Meksiko restoran. Ada lho.

Ok skip!

Tapi menurut saya, penduduk Bali itu orang-orangnya hanya ramah kepada turis luar saja.
Maaf lho ya, ini pengalaman saya selama tinggal disana. Dan kepada kita sebagai warga lokal Indonesia pun mereka menganggapnya kita tuh turis yang lagi liburan di Bali. Iya kali dia gak tau gw juga kerja disana. Hahaha
Yang tau saya bukan turis tuh hanya yang punya kost sama orang-orang di tempat kerja saja. Keluar dari tempat kost dan tempat kerja, kita tuh udah kaya turis aja.
Ini pengalaman saya.
Saya tau, tidak semua warga Bali seperti itu. Yang saya ceritakan hanya sebagian dan memang yang saya alami saja.

Pada umumnya, orang-orang lokal Bali tuh modern banget, tidak peduli jika ada yang minum sampai jingkrak di jalan, karena itu hal biasa bagi mereka. Emangnya di Bandung, baru ada yang nyanyi di jalan aja udah euh gosipnya gila deh.

Orang Bali juga bahasa Inggrisnya lancar lho. Saya saja masih dibawah si Ibu penjual selendang. Apalagi bahasa Inggris saya dengan logat Sunda. Hahahaha

Skip!

Bali. Surganya bagi orang yang suka pesta, yang suka wisata, yang suka pemandangan indah, pokoknya pollllll lengkap.

Saya suka Bali. Tentu saja karena pantainya.
Saya terlalu jatuh cinta dengan pantai.

Rangkuman dari pokok pengalaman saya di kota Bandung, Jakarta dan Bali.

Semua kota itu mempunyai standar biaya hidup yang berbeda.

Dan saya pilih Bandung sebagai kota dengan biaya hidup paling rendah. Semuanya saya bisa kontrol. Pakaian, makanan dan lainnya, termasuk tempat tinggal.
Perhari 50rb
Kost perbulan 850rb udah ada WiFi juga lho, saya memilih kost dikawasan kampus (kamar mandi dalam, full furniture tanpa kipas atau AC, karena saya belum pernah kegerahan selama kost di Bandung)


Jakarta ?
Jakarta menurut saya biaya hidup terbilang tinggi, tapi masih terkontrol juga.
Apalagi dengan gaji UMR mah ya tertutupi lah ya
Sehari 60rb
Kost 850rb no WiFi pastinya (sama dengan di Bandung + kipas angin) saya di daerah Pancoran Barat hehehe


Bali ?
Menurut saya Bali mempunyai biaya hidup yang diatas normal.

Saya bisa menghabiskan 100rb perhari lho (itu kalau saya lagi off kerja) he-he
Harga nasi Padang aja hampir 40rb lho. Ada sih yang 15rb tapi jauh banget

Perhari 80rb
Kost 850 (kosongan)


Kesimpulan!

Jika mau berada di suatu tempat, kamu harus mempunyai kendaraan sendiri. Itu salah satu hal yang wajib dan salah satu yang bikin hemat juga. (Tidak perlu dijelaskan lagi ya)

Harus benar-benar paham keadaan daerah yang akan ditempati, apalagi untuk jangka yang cukup panjang.

Murah senyum.
Bisa berkomunikasi.

Udah itu aja sih.

Dan setelah dipikir-pikir lagi, saya akan lebih menyukai Bali deh.
Soalnya pantainya itu lho bikin kangen, nggak nahan deh 😄

Dan bagi saya, kalau masalah biaya rekreasi Bali itu juaranya.
Kenapa ? Dengan uang 100rb aja kita sudah bisa menikmati perdana wisata yang mumpuni bukan main.
100rb nih ya, tinggal jalan ke pantai (sejauh-jauhnya juga di Bali tidak akan sejauh dari Bandung ke Pangandaran, atau Jakarta ke Puncak) saya tau Jakarta punya Ancol, tapi baca dulu sampai selesai!
tinggal jalan ke pantai, beli bir atau minuman lainnya, berselancar, menikmati suasana pantai yang unchhh panas-panas menggoda, apalagi kalau sore kan melihat sunset dengan sepoi-sepoi angin yang manja uh lala (Syahrini keluar).

Udah ah gitu aja.

Tau sendiri kan kalau gw orangnya labil banget!

Cukup! 

1 comment:

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..