Verse 1:
Dulu ku kira cinta itu
hanya cerita di lagu-lagu
Sampai kau datang tiba-tiba
Membuat semua jadi nyata
Tak banyak kata yang kau ucap
Tapi matamu banyak bicara
Dari detik itu ku sadar
Ada yang berbeda
Pre-Chorus:
Aku tak pernah merencanakan
Jatuh sedalam ini
Tapi hadirmu pelan-pelan
Mengubah segalanya
Chorus:
Ini semua tentangmu
Tentang caramu buatku rindu
Tentang senyummu yang sederhana
Tapi buatku tak bisa lupa
Ini semua tentangmu
Tentang detak yang tak biasa
Sejak mengenalmu
Hatiku tau ke mana harus pulang
Verse 2:
Aku suka cara kau tertawa
Saat ceritaku tak lucu pun
Aku suka cara kau mendengar
Hal-hal yang tak penting bagiku
Di kota yang selalu ramai
Kau jadi jeda yang ku cari
Di antara bisingnya dunia
Suaramu yang paling ku mengerti
Bridge:
Jika suatu saat kau ragu
Apakah rasa ini sungguh
Lihatlah caraku menatapmu
Tak pernah ku lihat siapa pun
Seperti ku melihatmu
Chorus 2:
Ini semua tentangmu
Tentang harap yang ku simpan diam-diam
Tentang doa yang tak pernah ku ucap
Semoga kau juga merasakan
Ini semua tentangmu
Dari awal hingga akhir nafasku
Jika boleh ku jujur satu hal
Aku jatuh hati, tentangmu.
Outro:
Tentangmu… hanya tentangmu
⸻
Ada masa ketika aku mengira cinta memang hanya seperti itu.
Datang, berjalan, lalu selesai.
Mungkin karena sebelumnya aku sudah pernah berada dalam sebuah hubungan yang cukup serius. Hubungan yang tidak sebentar. Hubungan yang tentu saja memiliki cerita, kenangan, dan arti tersendiri.
Aku tidak pernah menganggap hubungan itu tidak berarti.
Hanya saja, waktu perlahan membuatku memahami sesuatu yang mungkin baru bisa kupahami setelah mengalaminya sendiri.
Lamanya sebuah hubungan tidak selalu menunjukkan seberapa dalam seseorang hadir di dalamnya.
Ada hubungan yang berlangsung bertahun-tahun, tetapi pada saat kita benar-benar membutuhkan seseorang untuk berdiri di samping kita, orang itu belum tentu mampu berada di sana.
Dan mungkin dari situlah cara pandangku terhadap cinta mulai berubah.
Saat itu aku sedang membutuhkan posisi seorang pasangan.
Bukan seseorang yang harus menyelesaikan semua masalahku.
Bukan pula seseorang yang harus selalu tahu apa yang harus dilakukan.
Aku hanya membutuhkan kehadiran.
Seseorang yang bisa membuatku merasa bahwa apa pun yang sedang kuhadapi, aku tidak benar-benar menghadapinya sendirian.
Tetapi ketika hal itu tidak kudapatkan, perlahan ada sesuatu di dalam diriku yang menjadi datar.
Bukan karena aku membenci hubungan itu.
Bukan karena semua yang pernah terjadi menjadi tidak berarti.
Hanya saja, cinta mulai terasa seperti sesuatu yang sudah kukenal.
Sesuatu yang ternyata tidak selalu seindah yang selama ini diceritakan lagu-lagu.
Cinta, pikirku waktu itu, ya begitu-begitu saja.
Sampai kemudian kau datang.
Bukan dengan sesuatu yang luar biasa.
Tidak ada rencana besar.
Tidak ada kedatangan yang membuat dunia tiba-tiba berhenti bergerak.
Kau hanya datang sebagai dirimu sendiri.
Dan mungkin justru itu yang membuat semuanya berbeda.
Setelah 24 September 2023, aku mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berubah.
Bukan langsung.
Tidak seperti dalam cerita yang mempertemukan dua orang lalu salah satunya langsung tahu bahwa mereka akan jatuh cinta.
Perasaan itu datang perlahan.
Hampir tidak terasa.
Sampai suatu hari aku menyadari bahwa ada seseorang yang mulai sering muncul di pikiranku.
Seseorang yang sebelumnya tidak pernah ada di sana.
Dan yang membuatku bingung bukan hanya karena aku mulai menyukaimu.
Tetapi karena semuanya terjadi dari sesuatu yang sederhana.
Sebuah pertemuan.
Beberapa percakapan.
Waktu yang tidak terlalu panjang.
Namun ternyata hal-hal sederhana seperti itu bisa menyimpan memori yang sangat dalam.
Aku bahkan tidak tahu bagian mana darimu yang pertama kali membuatku jatuh hati.
Kalau ditanya apa yang paling kusukai, mungkin jawabanku tetap sama:
semuanya.
Cara kau melihat.
Cara kau tersenyum.
Cara kau tertawa.
Cara kau mendengarkan.
Cara kau berbicara.
Cara kau hadir.
Bukan karena semuanya sempurna.
Justru mungkin karena hal-hal kecil itu terasa begitu biasa ketika terjadi, tetapi menjadi sangat berarti ketika diingat kembali.
Ada saat-saat ketika aku bercerita sesuatu yang sebenarnya tidak lucu.
Tetapi kau tertawa.
Sampai sekarang aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya membuatmu tertawa.
Apakah memang ceritaku lucu?
Apakah kau hanya menikmati cara aku bercerita?
Atau mungkin ada alasan lain yang tidak pernah kuketahui?
Aku tidak pernah benar-benar tahu.
Dan mungkin memang ada beberapa hal yang lebih baik dibiarkan menjadi misteri.
Begitu juga dengan hal-hal yang kuceritakan kepadamu.
Tidak semuanya penting.
Tidak semuanya besar.
Ada percakapan yang mungkin kalau dipikir-pikir sekarang sebenarnya biasa saja.
Tetapi saat itu aku senang karena kau mau mendengarkan.
Mungkin bukan karena isi ceritanya.
Mungkin karena ada seseorang di depanku yang membuatku merasa bahwa aku boleh menjadi diriku sendiri tanpa harus membuat semuanya terdengar penting.
Di kota yang selalu ramai, kehadiranmu seperti jeda.
Dan aku rasa, itulah yang paling kubutuhkan saat itu.
Jeda.
Kesempatan untuk berhenti sebentar dari sesuatu yang melelahkan.
Kesempatan untuk melihat hidup dari sisi yang berbeda.
Kau datang pada waktu yang tepat.
Bukan berarti hidupku langsung menjadi sempurna setelah mengenalmu.
Tidak.
Masalah tetap ada.
Hari-hari buruk tetap datang.
Kehidupan tetap berjalan dengan segala keramaiannya.
Tetapi entah bagaimana, ketika bersamamu, semuanya terasa berbeda.
Lebih hidup.
Lebih ringan.
Lebih berwarna.
Seolah ada bagian dari diriku yang selama ini berjalan dengan warna yang redup, lalu tiba-tiba menemukan kembali sesuatu yang pernah hilang.
Aku tidak tahu apakah kau pernah menyadarinya.
Mungkin kau menyadarinya.
Mungkin bahkan sejak awal.
Karena ternyata, perasaan tidak selalu membutuhkan pengakuan untuk terlihat.
Kadang ia muncul dari cara seseorang menatap.
Dari cara seseorang memperhatikan.
Dari cara seseorang mengingat hal kecil.
Dari cara seseorang memperlakukan orang yang disukainya.
Dan kau tahu.
Aku tahu kau tahu.
Itulah bagian yang mungkin paling aneh dari semuanya.
Perasaanku bukan rahasia yang sepenuhnya tersembunyi darimu.
Kau tahu.
Aku juga tahu bahwa kau tahu.
Tetapi di antara pengetahuan itu tetap ada sesuatu yang tidak pernah berubah menjadi sebuah kepastian.
Mungkin karena sejak awal ada keadaan yang membuat semuanya tidak sederhana.
Kau sudah memiliki seseorang.
Dan aku tahu itu.
Karena itu ada harapan yang akhirnya hanya bisa kusimpan sendiri.
Bukan karena aku tidak ingin mengatakannya.
Aku hanya tahu tidak semua keinginan harus disampaikan.
Ada rasa yang cukup kita akui kepada diri sendiri.
Ada doa yang cukup kita simpan di kepala.
Ada harapan yang tidak harus sampai kepada orang yang menjadi tujuannya.
Aku ingin bersamamu.
Sesederhana itu.
Tidak perlu dibuat menjadi kalimat yang lebih indah.
Tidak perlu dicari alasan yang lebih rumit.
Tetapi keinginan tidak selalu berarti kesempatan.
Dan rasa tidak selalu berarti hubungan.
Mungkin itu salah satu hal yang baru benar-benar kupahami setelah semuanya berlalu.
Waktu itu aku belum tahu bahwa perasaan ini akan bertahan sejauh ini.
Aku juga belum membayangkan bahwa suatu hari, bertahun-tahun setelah pertemuan pertama itu, aku masih akan menulis tentangmu.
Aku tidak pernah tahu bahwa seseorang yang datang begitu sederhana bisa meninggalkan jejak sepanjang ini.
Tetapi mungkin memang begitulah cara beberapa orang bekerja di dalam hidup kita.
Mereka datang tanpa membawa rencana.
Lalu pergi tanpa benar-benar meninggalkan kita.
Bukan karena mereka masih berada di samping kita.
Tetapi karena ada bagian dari diri kita yang berubah setelah mengenal mereka.
Dan ketika bagian itu berubah, kita tidak pernah benar-benar-benar kembali menjadi orang yang sama.
Mungkin itu yang dimaksud dengan pulang.
Bukan pulang kepada seseorang.
Bukan menjadikan seseorang sebagai rumah.
Melainkan menemukan sebuah perasaan yang membuat kita kembali mengenali diri sendiri.
Perasaan yang membuat hati tahu bahwa untuk beberapa waktu, ia pernah berada di tempat yang terasa tepat.
Aku pernah merasakan itu bersamamu.
Dan mungkin karena itulah aku akhirnya berani mengakui sesuatu yang dulu bahkan tidak pernah kurencanakan.
Aku jatuh hati.
Bukan karena kau melakukan sesuatu yang besar.
Bukan karena kau datang membawa janji.
Bukan karena kau menjanjikan masa depan.
Aku jatuh hati karena dari semua hal sederhana yang terjadi, entah bagaimana semuanya terasa cukup untuk membuatmu berbeda.
Kalau suatu hari kau bertanya apakah semua itu sungguh terjadi, jawabanku tidak akan berubah.
Iya.
Memang segitunya.
Dan kalau suatu hari aku sendiri bertanya kepada diriku apakah aku benar-benar pernah merasakan semua itu, jawabannya juga sama.
Iya.
Memang segitunya.
Karena lagu ini bukan hanya tentangmu.
Ia juga tentang diriku yang pernah menjadi seseorang yang begitu mudah dibuat bahagia hanya karena kehadiranmu.
Tentang diriku yang pernah menunggu.
Tentang diriku yang pernah berharap.
Tentang diriku yang pernah melihat seseorang dan berpikir bahwa mungkin, untuk sekali ini, cinta tidak seperti cerita di lagu-lagu.
Mungkin cinta memang bisa menjadi nyata.
Hanya saja, menjadi nyata tidak selalu berarti menjadi milik kita.
Dan mungkin itu sebabnya sampai sekarang aku masih bisa mengatakan:
ini semua tentangmu.
Bukan karena aku ingin mengulang semuanya.
Bukan karena aku ingin mengubah apa yang sudah terjadi.
Tetapi karena pernah ada satu masa ketika kau datang di waktu yang tepat, lalu membuat sesuatu yang sebelumnya terasa biasa menjadi begitu berarti.
Tentangmu.
Hanya tentangmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar