Aku melihat terlalu banyak sepi di mata yang selalu pura-pura kuat itu.
Aku melihat dia terlalu sering mengalah pada hal-hal yang seharusnya tidak melukai.
Lalu dunia menyebut itu sesuatu yang hebat, seolah bertahan adalah suatu pencapaian.
***
Setelah menerima transfer uang dari orang baru yang dikenalnya, Ahmad membeli semua kebutuhan dan beberapa keinginannya yang belum sempat untuk dia dapatkan sebelumnya.
Karena sebelumnya dia harus menunggu satu bulan gajian dulu untuk mendapatkanpatkan barang yang dia inginkan.
Apalagi dia tidak pernah mendapatkan barang yang dia minta dari orang tuanya. Jadi wajar saja ketika memiliki uang yang lebih banyak dari sebelumnya, Ahmad lumayan cukup boros pada saat itu.
Membeli baju baru, HP baru yang lebih bagus untuk menunjang penampilannya. Karena mulai saat itu penampilan adalah menjadi modal utama bagi Ahmad.
Dia juga tidak lupa untuk menyisakan sejumlah uang untuk kebutuhan anaknya.
Kebiasaan baru Ahmad itu menjadi sesuatu yang utama dibanding harus bekerja di bidang pekerjaan umum lainnya. Karena selain proses mendapatkan uangnya yang cukup mudah, Ahmad juga mempunyai skill baru untuk melobi orang lain. Selain itu, dia juga menjadi pribadi yang mudah untuk kenal dan dekat dengan orang.
Berteman dengan orang dari berbagai kalangan, menjadi pendengar yang baik, mendapatkan wawasan baru, melihat banyak permasalahan dari berbagai sudut pandang, menjadi pemberi solusi untuk masalah untuk orang lain, dan banyak hal baru yang dia dapatkan dari mengenal banyak orang. Saking seringnya bertemu dengan orang, Ahmad juga menjadi orang yang pandai untuk menerka karakter seseorang.
Semua itu berlangsung cukup lama, hingga Ahmad berusia 25 tahun.
Ahmad sempat beberapa kali pulang ke rumah orang tuanya, bertemu dengan keluarga dan saudara-saudaranya juga terutama anaknya.
Dia memang tidak pernah membicarakan tentang kebiasaannya itu kepada siapa pun. Tapi yang namanya sesuatu yang ditutupi terkadang ada saja suatu celah bagi orang untuk menebak pekerjaan Ahmad yang sebenarnya.
Hingga pada suatu saat, Sinta, kakak pertama Ahmad mengetahui kebiasaannya itu yang sering pergi ke luar kota, makan makanan yang mewah, tinggal di tempat yang bagus, penampilan Ahmad yang terlihat selalu "wah", dan banyak hal yang diketahui oleh kakak pertamanya itu. Mungkin karena feeling seorang kakak yang satu darah juga berasal dari Ayah dan Ibu yang sama, apa yang dicurigakan kakaknya selama ini ternyata benar.
Sejak saat itu Ahmad mempunyai ketakutan tersendiri. Apalagi ketika Sinta update di sosial media yang menyinggung tentang kebiasaan Ahmad itu. Bahkan dengan terang-terangan kakak pertamanya itu menyebut bahwa Ahmad adalah seorang pelacur yang kesehariannya menjual diri. Hingga saat ini pun Ahmad masih menyimpan bukti dari perkataan kakaknya di sosial media itu di suatu flashdisk yang selalu dia bawa bersama foto-fotonya.
Bahkan yang lebih menyakitkan bagi Ahmad adalah ketika ada ucapan kakaknya yang tidak lagi menganggap Ahmad sebagai adiknya lagi. "2017" dalam file-nya.
Hidup Ahmad terus berjalan.
Entah pernah merugikan orang lain dengan disengaja ataupun yang tidak disengaja, tapi di kisah itu Ahmad adalah pemeran utama bagi hidupnya sendiri.
Karena Ahmad pernah merasakan bagaimana semuanya begitu mudah untuk dia dapatkan, merasakan bagaimana hidup yang bermewah-mewahan, dia menjadi merasa bahwa semuanya cukup. Dia harus berusaha untuk kembali ke kehidupan normalnya, hidup seperti orang pada umumnya yang harus mendapatkan uang dengan bekerja keras terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya dengan kemampuan yang dimilikinya, Ahmad kembali memutuskan untuk berubah dan kembali bekerja di sebuah hotel ternama di kotanya. Tapi kali ini bukan lagi sebagai housekeeping, melainkan sebagai Guest Relation Officer.
Ahmad sangat pandai untuk berbicara dan meyakinkan juga membuat lawan bicaranya yakin dengan ucapannya. Apalagi Ahmad mengenal banyak orang dari kebiasaan sebelumnya. Semua itu berdampak baik untuk pekerjaan Ahmad. Dia bisa dengan mudah untuk mengajak orang hingga menjadi tamu untuk menginap di hotelnya.
Gaji Ahmad juga bisa mencukupi kebutuhan pribadi dan juga anaknya. Semuanya berjalan cukup baik. Pengendalian diri Ahmad cukup baik.
Dia bisa dengan mudah melepaskan kebiasaan lamanya hanya karena takut kalau keluarganya semakin tidak menerimanya. Semuanya semata-mata hanya agar bisa terhubung kembali dengan orang tuanya.
Tapi pada saat itu ada sesuatu yang mengganggu kesehatan Ahmad.
Dia mulai sakit-sakitan hingga harus dirawat di rumah sakit. Hingga pada akhirnya dia berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui penyebab pasti dari ketidakstabilan kesehatannya yang mengganggu pekerjaannya.
Setelah melalui proses yang begitu panjang untuk mengecek kesehatannya, Ahmad mendapatkan hasil bukti laboratorium yang pada saat itu membuat hidupnya menjadi terpuruk. Karena dia didiagnosa menderita suatu penyakit yang cukup serius. Tapi sayangnya kabar itu menyebar begitu cepat di antara keluarganya. Membuat sang kakak kembali membahasnya di sosial media yang bisa dibaca oleh semua orang. Semua itu membuat hidup Ahmad lebih terguncang hingga harus menemui psikiater.
Pikiran Ahmad menjadi semakin tidak karuan.
Dia pernah bercerita tentang kesehatannya kepada salah satu sepupunya hanya agar mendapat dukungan moril dari keluarganya. Tapi yang dia dapatkan adalah hal yang sebaliknya.
Dia juga pernah membicarakan keadaannya kepada Ayahnya. Tapi sama halnya dengan anggota keluarga lainnya yang merespon semua itu seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Padahal dukungan dari orang-orang terdekatnya sangatlah penting pada saat itu.
Tapi untungnya dia masih memiliki kekuatan untuk bertahan hidup sendirian sejak pertama kali keluar dari rumah. Hingga dia pun tetap berjuang walaupun sendirian.
Ahmad mulai menyadari bahwa dia benar-benar harus bertahan hidup sendirian tanpa bantuan dari orang terdekatnya.
Semua itu membuat Ahmad menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.
Di tengah kesehatan tubuh dan mentalnya yang tidak baik-baik saja, dia mencoba berbagai cara hanya agar semuanya kembali terasa normal.
Dia kembali bekerja di sebuah hotel menjadi housekeeping sesuai kemampuan yang dimilikinya. Meskipun gajinya yang dibilang hanya mencukupi, tapi dia menjalaninya dengan penuh perasaan bersyukur.
Ahmad mempunyai keyakinan, bahwa suatu hari nanti, dia akan mengerti bahwa kebahagiaan tidak pernah tersembunyi dalam prestasi, gelar, atau orang lain yang memilihnya. Menurutnya, kebahagiaan itu hadir di saat-saat tenang ketika dia mulai berhenti mengabaikan dirinya sendiri, di hari-hari ketika dia berbicara kepada dirinya sendiri dengan lembut alih-alih dengan tekanan, dan dia belajar bahwa nilai dirinya bukanlah sesuatu yang harus dia peroleh. Baginya, hidup bukanlah tentang menjadi orang lain.
Mungkin hidup adalah tentang akhirnya merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Kedamaiannya tidak pernah berada di tangan orang lain.
Bagi Ahmad, kedamaian itu selalu menunggu di dalam dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar kamu disini!👇✌️😁