Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 6

Semalam aku mendapat kabar dari Mrs Anne, kalau dia akan menjemput ku untuk berangkat ke Virginia, tepatnya ke daerah Langley.
Langley adalah permukiman lepas yang terletak di wilayah sensus McLean di Fairfax
County, Virginia.
Pagi sekali sekitar jam 6 mereka (rombongan Mrs Anne) sudah menunggu di depan apartmen ku. 


kami pun langsung menuju bandara Los Angeles. 
Ya sudah jelas kami akan berangkat memakai pesawat. Karena tidak mungkin melalui jalur darat. Sangat jauh. Jarak Los Angeles ke Virginia sekitar 2400 mil lebih atau sekitar 3800 km.

Dalam perjalanan, Mrs Anne sibuk sekali dengan laptopnya. Aku juga tidak mungkin mengobrol dengan para asistennya. Akhirnya aku hanya diam saja. Dan tanpa sepatah kata pun yang aku keluarkan.

Sesekali melihat pemandangan dari jendela. Meskipun hanya melihat lautan.

Setelah beberapa jam, kami pun sampai di bandara Washington Dulles, Virginia.
Bandara yang lumayan megah menurut ku.
Dan masih tanpa sepatah kata pun, kami langsung masuk mobil yang sepertinya sudah dipersiapkan khusus penjemputan ke kantornya.
Di perjalan menuju daerah Langley, aku semobil dengan Mrs Anne, dan saat itu dia baru berbicara pada ku. Dan sambil memberikan id card untuk aku pakai, dan disitu sudah lengkap dengan foto dan nama lengkap aku. Juga kode scannernya. Dapat foto aku dari mana ? Aku ingat, itu foto saat aku pertama kali membuat kartu stay (kartu tanda penghuni) di apartmen. Tapi kok ? Ya sudahlah.

"Nanti akan ditemani oleh Mr Adam, jika perlu apapun, kamu cukup hubungi dia. Jangan terlalu banyak bicara dengan orang lain." Kata dia dengan alur bicara sedikit pelan.
Oh iya, katanya aku juga sudah disediakan apartmen yang tidak begitu jauh dari kantor. Sisa barang-barang ku nanti akan langsung diantar kesana.
Dan jika kinerja aku selama 3 bulan hasilnya bagus, akan diberikan fasilitas kendaraan dari kantor. Tapi untuk sementara aku harus memakasi kendaraan umum saja.
Setelah hampir 1 jam perjalanan, sampailah disebuah gedung dan luas sekali.
Dan sesuatu yang membuat ku kaget setengah mati dan tidak tau apalagi yang harus aku ungkapkan pada saat itu, ternyata aku akan bekerja di sebuah kantor intelegent ternama di Amerika. Oh Tuhan !
Dan setau aku, kantor ini semua orang sudah mengetahui jenis pekerjaan dan para pekerjanya seperti apa.

Aku pun berjalan meenuju pintu masuk kantor itu.
Mr Adam sudah menunggu. Terlihat dari papan namanya. Dia pun langsung mengajak ku masuk menuju loby. Kami berdua (aku dan Mr Adam saja) menuju lift yang ada di sudut ruangan. Sedangkan Mrs Anne dan para asistennya kelain arah menuju tangga diatas.

Di dalam lift dia menekan angka 35. "I'm Adam, Mrs Anne’s assisten" kata dia.
Dan ketika aku akan memperkenalkan diri, dia langsung meneruskan "and you are Rian Ariandra from Los Angeles"
Oke.

Ya sudah. Terdiam. Sampailah di lantai 35. Menuju ruangan tempat medical cek kesehatan.
Kembali teringat saat aku masih mengurus visa ku di Jakarta. Aku harus melakukan tes kesehatan tentunya. Dulu tesnya di RS daerah Jakarta Selatan. Karena baru tempat itu yang ditunjunk oleh kedubes AS. Di suntik vaksin, diambil darah dan masih banyak lagi. Dan ternyata sama seperti yang saat ini dilakukan di tempat ini. Setelah hampir 1 jam dilakukan pemeriksaan, aku pun diantar menuju tempat dimana aku akan bekerja.
Katanya nanti akan ada beberapa orang yang bekerja di dalam ruangan yang sama, sekitar 30 orang. Tapi untuk saat ini masih dalam tahap perbaikan,  karena ini ruangan baru, jadi baru akan digunakan 2 hari lagi. Jadi aku masih punya waktu 2 hari untuk istirahat sambil menunggu hasil tes kesehatan ku.

Aku pun hanya berkeliling melihat sekitar saja.

Mr Adam pun keluar ruangan menuju lift.

Aku duduk disebuah kursi yang masih berdebu. rasanya lemas. Tidak bisa berpikir yang lain-lain lagi. Hanya kepikiran, kenapa aku sampai mau menerima tawaran Mrs Anne untuk bekerja disini. Menyesal juga, kenapa aku tidak bertanya se-detail mungkin pada waktu itu ke dia, selain jenis pekerjaanya. Kantornya ini yang jadi masalah. Markas intelegen. OMG !


Ya sudahlah.

Pekerjaanku kan tetap bagian administrasi. Bukan seperti di film-film itu.
Aku mencoba jalan-jalan sebentar dan masih disekitar lantai yang sama, dengan kamera yang ada disetiap penjuru. Itu baru yang terlihat, pasti dan sangat yakin sekali pasti masih banyak lagi kamera yang tidak terlihat.


Akhirnya aku turun menuju loby dan menemui petugas disana untuk menghubungi Mr Adam agar aku diantar ke apartmen.


Tibalah di sebuah apartmen yang menurut aku 10 kali lipat mewah daripada apartmen ku yang di LA.
Semuanya lengkap. Akses masuk saja dengan kartu dan pasword. Sungguh luar biasa.
Ketika masuk kamar, aku mendapat sebuah surat. 
Ternyata itu rincian gaji dan yang lainnya yang akan aku terima selama bekerja disana.
Tertulis, kalau aku tidak akan mendapat gaji bulanan, tapi akan sekaligus pertahun. Dan dibayar akhir tahun. Dan untuk sehari-hari semuanya sudah tersedia. 
Didalam amplop juga ada kartu (debit) yang bisa aku pakai untuk kebutuhan ku.

Saat itu juga aku menelfon ibu di Bandung. Aku hanya menceritakan kalau aku mendapat pekerjaan baru yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak lupa juga meminta do'a darinya.

Ternyata yang banyak orang impikan diluar sana bisa aku dapatkan hanya beberapa jam saja.



Oh Part 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..