Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 02 Februari 2016

Money Changer Story (part 1) Cerita Non Fiksi 2016

Part 1

Pagi itu aku bangun pagi- pagi sekali. Yang biasanya jam 9 belum mandi, tapi pagi itu aku langsung bergegas meninggalkan tempat tidur ku menuju kamar mandi yang terletak di ujung lorong kost-ku.

Tidak perlu sarapan pikir ku, nanti saja dijakan sebelum menuju  tempat "Money Changer" saja.

Selesai mandi, pakaian rapih pastinya, aku langsung menuju tempat penukaran uang itu, sekitar 2 km jaraknya.

Nama aku Zainal, biasa di panggil Zen, kelahiran kota Kembang. Umur ku 19 tahun.
Meskipun orangtua di kota yang sama, tapi aku lebih memilih untuk kost, semenjak aku lulus SMA. Dan sekarang aku bekerja di sebuah hotel.

Bagaimana ya transaksi di tempat penukaran uang itu, aku belum pernah soalnya.
Sambil berjalan, aku menyempatkan mencari informasi tentang bagaimana cara transaksi di penukaran uang. Pasti sangat berbeda dengan cara transaksi di bank biasa. Dan yang akan aku kunjungi sekarang adalah khusus tempat penukaran uang saja, bukan bank.

Karena aku merasa lapar, aku memutuskan untuk mampir dulu di sebuah resto cepat saji. 
Tanpa di sengaja, aku bertemu dengan teman kerja ku, namanya Dinda.
"Din, kok kamu tidak masuk kerja ?" tanya ku sambil meneruskan makan.
"Tidak. Aku izin untuk cuti beberapa hari. Ada keluarga datang dari kampung." jawabnya sambil terburu-buru keluar.

Aneh pikir ku. Biasanya kan Dinda orangnya so what sekali. Kalau setiap bertemu teman, apalagi aku, teman se-pekerjaannya. Pasti semuanya dibahas. Entahlah, aku tidak terlalu mau tau, bukan urusan ku juga.

Selesai makan, aku langsung saja menuju tempat penukaran uang itu. 

Aku punya kebiasaan, mendengarkan musik lewat headset ipod mini ku. Dari pada berjalan sambil melamun atau berhayal yang tidak-tidak.

Saking santainya, aku bertabrakan dengan seseorang. 
"Maaf Mas !" sahutnya sambil menengok ke arah ku dan langsung berlalu berjalan di depan ku. Setengah berlari mungkin.

"Dasar gob***" dalam hati ku kesal.

Sampailah aku di tempat penukaran uang itu.

Oh iya, aku sebenarnya tidak pernah punya deposit atau bayaran dari kantor atau semacamnya, sehingga aku punya mata uang asing.

2 hari yang lalu, di hotel tempat kerja ku, ada tamu hotel dari luar negeri, Belanda.
Aku kan kerja sebagai mengantar tamu, tentu saja aku dapat tugas mengantar mereka. Ada 2 orang. 
Keduanya laki- laki. Sekitar 30 tahun dan 45 tahun kira- kira umur mereka.  

Aku dapat informasi, bahwa mereka akan menginap selama 3 hari. 
Aku membantu menenteng 1 koper, 3 koper yang mereka bawa. Karena menolak memakai trally, ya aku harus pakai tenaga extra. 
Berat sekali. Ya, sangat berat.

Dengan sedikit bahasa Inggris yang aku kuasai, aku bisa memulai percakapan dengan mereka.
"Sorry, do you need people to take wherever you go in this city ?" Tanya ku dengan agak terbata.
Dengan sedikit aneh, orang yang paling tua menjawab, "Ya, kami membutuhkan 1 orang saja untuk mengantar kami menyusuri kota ini. Apa kamu bersedia ?" 
"Waduh ? Kok nie bule bisa bahasa kampung gw" dalam hati ku. Tau gitu tadi aku langsung nanya pakai bahasa Indonesia saja langsung.
"Iya, saya sudah biasa menjadi guest guide, Tuan. Tapi untuk di luar jam kerja saja" Jawab ku agak malu.
"Bolehkah saya meminta no. kontak kamu yang bisa dihubungi ?"
"Sebentar Tuan" Jawab ku sambil membuka kan pintu kamar untuk mereka.

Sebelum bergegas meninggalkan kamar mereka, aku memberikan secarik kertas yang berisikan no. hp ku.

"Terimakasih Tuan, selamat beristirahat" Sambil keluar menutup pintu.

Ternyata orang yang muda menahan ku dengan memberika beberapa lembar uang dolar. Siapa yang mau menolak ?

***

Aku baru ingat, aku pernah melihat orang yang menabrak ku tadi, di hotel pas aku mengantar bule menuju kamarnya. Ah masa iya gitu aku masih ingat ? Kan hanya sepintas saja.

Dan aku lihat dia menyebrang jalan dan masuk ke tempat penukaran uang yang sama, yang aku datangi juga.

Siapakah dia ?
Apa yang akan terjadi ?

Continued..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..