Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 2

Niat ku datang kesini untuk menambah pengalaman dan juga masih banyak keinginan yang berkaitan dengan motivasi. 2 bulan terakhir aku menghabiskan hampir setiap hari untuk mencari tau bagaimana cara hidup di Negeri orang yang notabennya sangat amat berbeda dengan Negara asal ku, Indonesia.


*


Dari bandara, aku menuju alamat sebuah apartemen yang sudah aku booking sebulan sebelum berangkat kesini dengan bantuan dari staf KBRI di Amerika. Tidak sendirian tentunya. Aku dijemput oleh petugas KBRI disana.  Dari Bandara, kami memakai kendaraan berjenis pick up.
Setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit, sampailah aku di tempat tujuan. Tepatnya di daerah Long Beach, Los Angeles. Di kota LA ini penduduknya lebih dari 3 juta jiwa. LA (Los Angeles) dijuluki City of Angels. LA adalah pusat dunia bisnis, perdagangan internasional, hiburan, budaya, media, mode, ilmu pengetahuan, olahraga, teknologi, dan pendidikan terdepan, juga merupakan kota terkaya ketiga di dunia. LA juga menjadi kota paling kuat dan berpengaruh kelima di dunia.


Turun dari mobil, aku dihadapkan dengan sebuah apartemen yang sangat mungil, tidak kecil juga tidak besar, sama seperti yang aku lihat di foto whatsapp ku dulu, yang jelas cocok untuk ditinggali oleh anak muda seperti ku. Letaknya di lantai 18. Dengan 1 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi yang memang terletak di kamar ku, dapur yang sudah lengkap dengan peralatannya, di ruang tamu pun sudah sangat lengkap, ada tv, kursi dll. Begitupun di kamar tidur ku, ada kasur yang sangat terkenal di Amerika (aku pernah membaca suatu iklan di majalah sewaktu masih kuliah, bahkan pasarnya sampai ke Indonesia dan Negara lainnya), lemari dan meja yang cocok digunakan unntuk menyimpan peralatan elektronik.

Lengkap.


Setelah orang dari KBRI menunjukan bagian-bagian dari apartemen, mereka menyerahkan beberapa dokumen, yang harus aku tandatangan, juga memberikan buku tabungan baru atas nama ku, lengkap dengan kartu ATMnya. Ternyata di buku tabungan ku sudah terprint jumlah saldo yang cukup banyak menurut ku saat itu. Dan mereka pun pamit.

Jujur saja, jadi tambah tidak karuan perasaanku, mungkin karena jet lag juga, dan mungkin ketika tubuh memanggil untuk beristirahat, tapi jam disana menunjukkan waktu untuk bangun, perbedaan waktu, baru sadar aku.


*

Setelah selesai membereskan semua barang bawaan ku, aku mencoba mengistirahatkan pikiran dan tubuh ku karena pejalanan yang cukup jauh dan melelahkan.


*

Saking  lelahnya, sekitar jam 3 sore aku baru terbangun. Aku langsung mandi.
Aku berniat mengelilingi dimana tempat aku tinggal. Disini tidak seperti di New York, yang penduduknya sangat padat.
Disini kalau tidak mempunyai mobil ya harus berjalan kaki, atau harus punya sepeda minimal. Karena lumayan jauh menuju pemberhentian busway. Disini kalau pun ada motor, cuma motor-motor besar saja. Tidak seperti di Bandung dan hampir disetiap kota di Indonesia, pasti lalulintas sesak dengan kendaraan bermotor dan pribadi pastinya.


Ketika keluar apartemen 1 blok saja, aku sudah dapat menemui beberapa restoran, pub dan masih banyak tempat hiburan lainnya.
Sebenarnya, orang dari kedubes sewaktu masih di Indonesia, memberi pilihan daerah untuk aku jadikan tempat tinggal, ada dua, di daerah Santa Anna, yang wiliyah lebih jauh dari Long Beach ini, memang, katanya disana daerahnya tidak seramai disini, tapi wajib sekali untuk memiliki kendaraan. Kendaraan umum disana sangat jarang. Dan yang kedua pilihannya disini, Long Beach. Dan aku lebih memilih disini saja, karena aku lebih menyukai tempat yang ramai. Setelah mencoba berkeliling sebentar, aku putuskan untuk kembali ke apartemen ku. Lapar.

Masak mie instan. Sambil makan, aku menyalakan telfon dan laptop ku. Aku diberi sim card baru. Khusus untuk telfon ku saja. Karena jaringan internet sudah tersedia bagi setiap penghuni apartemen. Kemudian aku membuka email. Dan mengirim kabar pada ibu di Bandung kalau aku sudah sampai. Tidak lupa juga membalas email yang masuk dari teman-teman ku. Replay, replay dan close.
*

Aku harus mempersiapkan dokumen untuk mengunjungi sebuah kantor yang sudah di tunjuk staf KBRI untuk aku bekerja, besok.


*

Hari ini semangat sekali. Terlihat dari cara ku bangun pagi.  Setelah selesai mandi dan membereskan semuanya, aku mencoba untuk mencocokkan selera makan ku dengan daerah dimana tempat ku tinggal. Ada roti dan susu. Sambil melihat siaran TV.
Siaran TVnya semua berbahasa Inggris tentunya. Ada beberapa yang menggunakan bahasa Mandarin.

Aku masih ingat saat staf di kedubes AS melakukan tes bahasa. Persyaratannya minimal harus mampu mengingat minimal sedikitnya 600 suku kata. Ternyata aku orang pertama yang melebihi target minimal itu. Wajar saja, karena nilai bahasa Inggris ku sewaktu sekolah tidak pernah kurang dari 10


Dan sekitar jam 7 aku menuju kantor yang sekitar 20 menit dengan memakai busway sudah sampai. Tentu saja map in the phone wajib sekali untuk mencari letak posisi.

Begitu sampai di kantor, aku bertemu dengan resepsionis, seorang perempuan yang aku pikir paras cantiknya tetap saja tidak akan dapat mengalahkan cantiknya mojang Bandung (Sunda mo).

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya aku bertemu dengan Mr Mark. Dia bertanya pengalaman ku bekerja, (padahal kan sudah aku tulis lengkap di dokumen yang sedang dia baca).
Sama saja pekerjaannya dengan posisi yang akan aku isi di kantor ini. Demi green card ini, pekerjaan aku yang gajinya lumayan tinggi sewaktu di Bandung, apalagi aku baru lulus dari univesitas ternama juga disana, pasti pekerjaan yang lebih baik pun bisa aku dapatkan disana (Bandung). Ya, aku tinggalkan semua itu, demi keinginan hidup ku yang ingin berada diatas normal.

Setelah kembali menjelaskan bagaimana pekerjaan ku nanti, kemudian dia menunjukkan meja kerja ku. Dan sebelumnya aku juga sudah diperkenalkan kepada para pegawai yang ada di ruanga kantor.
Benar juga, orang akan ramah kepada kita apabila kita juga ramah kepada mereka. Dan itu sangat berlaku disini. Ternyata disini memang bukan hanya aku yang kerja sebagai pendatang, ada juga yang dari Malaysia, Singapura, China dan berbagai Negara Asia lainnya.

*

3 Bulan.

Aku baru mendapatkan Green Card ku dan sekaligus SSN (Social Security Number).
SSN diperlukan untuk melamar pekerjaan, menerima benefit jaminan sosial (misalnya asuransi kesehatan bagi yang kurang mampu), dan untuk mendapatkan segala pelayanan pemerintah. SSN juga akan ditanyakan saat akan melakukan langganan listrik, gas atau pun telfon dan juga untuk membuka rekening bank dan kartu kredit. Dulu aku hanya memakai nomer yang kini ada di kartu SSN itu untuk mendapatkan rekening tabungan disana. Kebetulan juga memang diurus oleh staf KBRI disana.


*

4 bulan berlalu, aku mempunyai teman seorang wanita, namanya Natalliy. Kami lumayan dekat. Kebetulan juga rumahnnya searah dengan ku, daerah Los Angeles Raya. Dia selalu menggunakan mobilnya jika berangkat kerja, bahkan sesekali aku juga menumpang jika jam pulang ku kebetulan sama dengan dia. Dia sangat ramah dan begitu care. Beda dengan teman sekantor yang lainnya.

Kebetulan juga satu ruangan itu memang mengurus yang berkaitan dengan administrasi.

Setelah berjalan hampir 1 tahun lebih, aku putuskan untuk berhenti kerja di kantor itu. Sebelumnya aku menghubungi orang d, ternyri KBRI yang memberikan pekerjaab itu, ternyata mereka sangat menyayangkan keputusan ku untuk out dari kantor itu. Tapi mau apa kata, karena ini memang keputusan ku, tapi mereka memberi syarat, mereka akan melepas tanggung jawab dari pekerjaan ku jika aku bukan kerja di kantor itu lagi, karena hanya kantor itu yang memang banyak sekali memperkerjakan banyak pendatang. Sewaktu aku pamit pada orang-orang di kantor itu, termasuk Mr Mark juga Natally dan tidak lupa kepada teman-teman yang lainnya. Ternyata mereka juga menyayangkan dengan keputusanku yang stop dari kantor itu.


Ada juga kenal dengan seorang pria penghantar kopi disana, yang sejak pertama aku mulai kerja di kantor itu sampai aku berhenti bekerja, belum tau namanya. Dia pria tua yang katanya sudah puluhan tahun bekerja disana. Tapi sangat ramah sekali.

Alasan aku keluar dari kantor itu karena aku ingin mencoba berdiri sendiri, seperti keinginan dan tujuan ku datang kesini. Aku ingin mandiri tanpa bantuan orang lain.
Apalagi aku sudah memegang Green Card ku dan juga SSN.

*

Setelah berhenti dari kantor itu, kegiatan ku setiap hari hanya bersantai saja, tidur, makan, menonton TV, dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Kebetulan liburan musim panas.


Suatu ketika, aku membuka ransel ku untuk dibersihkan. Aku baru ingat, aku belum membuka amplop yang dulu pernah diberikan dikasih oleh seorang wanita di pesawat, Mrs Anne. Ternyata ampop itu berisi uang. Uang ? Aku tidak pernah mengira sebelumnya. Dengan jumlah yang akan cukup besar menurut ku. Tapi karena begitu senangnya pada saat itu, aku tidak melihat kartu nama yang terletak di atas amplop itu.


Keuangan ku tidak ada masalah, upah selama aku bekerja selama hampir lebih dari setahun pun sangat lebih dari cukup. Apalagi ada tunjangan lainya yang aku dapat. Belum terhitung lagi tabungan dari orang KBRI. Dan sedikit tabungan pribadi ku.


Setelah browsing mencari berbagai info, aku putuskan untuk pergi ke beberapa tempat wisata, yang tidak jauh dari tempat tinggal ku. Masih di kota Los Angeles.


Pernah terbayang aku akan bertemu selebriti kelas dunia, seperti Megan Fox, Angelina Jolie dan masih banyak lagi yang lainnya.lah kota yang sangat terkenal dan memang penduduknya juga tidak hanya masyarakat biasa, tapi ada banyak artis dan oran-orang penting lainnya.

Dan Studio Film adalah tempat pertama yang masuk daftar tempat liburan ku.


Part 3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..