Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 02 Februari 2016

Money Changer Story (part 6) Cerita Non Fiksi 2016

Part 6

Tidak pernah terbayangkan kalau suatu saat aku akan menginjakkan kaki di Negara ini. Hanya mendengar cerita teman-teman ku saja yang pernah kesini.

Keadaannya memang seperti yang diceritakan teman-teman ku. Terlihat dari bandaranya yang sangat modern. Berbeda sekali dengan keadaan di Negara ku.

Malam ini aku putuskan untuk menuju hotel yang tidak jauh dari bandara. Kemudian aku ikut mengantri untuk mendapatkan taxi. Disana memang sangat antri, tidak seperti di Indonesia. Dan begitu aku masuk taxi, aku langsung ditanya menuju kemana. Aku jawab saja menuju hotel terdekat saja. Tanpa menyebutkan nama hotelnya. Hanya beberapa menit keluar area bandara, langsung menemui banyak hotel yang dengan megahnya membuka setiap pintu masuk untuk para tamunya. Tanpa pikir panjang dan pilih-pilih, aku langsung menunjuk hotel agar aku berhenti di hotel itu. Kebetulan ada uang dollar di kantong ku, yang masih menyatu dengan gepokan. Aku ambil 1 lembar dan masih ada kembaliannya.

Aku langsung bergegas menuju loby hotel, ke meja resepsionis. Dia bertanya mau berapa malam, dan melakukan pembayaran dengan kredit atau cash. Meski pun aku masih menyimpan dompet ku, ada kartu identitas dan kartu ATM ku, tapi aku pikir tidak mungkin untuk menggunakannya. Aku lebih memilih melakukan pembayaran dengan cash saja dan hanya untuk 1 malam.
Karena tidak ada barang bawaan, aku pun menolak untuk diantar menuju kamar ku, aku lebih memilih sendiri saja. Karena tidak akan bingung jika hanya mencari nomer kamar saja, itu sudah menjadi pekerjaan ku, seperti biasa.
Tepat di lantai 5, aku menemukan kamar ku.

*

Aku masih belum bisa memejamkan mata ku. Padahal sudah hampir pagi. Aku mencoba untuk melemaskan otot-otot ku yang sejak siang tadi menegang. Aku menuju kamar mandi dan mulai membilas badan ku.

Selesai mandi aku melihat ke arah jendela. Terlihat gemerlapnya lampu yang begitu indah. Terlihat bandara yang tadi aku tinggalkan.

Jangankan untuk tidur, aku masih tetap saja berpikir dan terus berpikir. Tanpa habis pikir, kenapa nasib ku sampai seperti ini. Seingat ku, aku tidak pernah berbuat dzolim kepada siapa pun. Tapi kenapa ada orang yang tega berbuat seperti ini pada ku. Meski pun dengan uang yang aku kantongi sangatlah banyak, tapi tetap saja bertolak belakang dengan hati ku yang masih merasa tidak dapat menerima bahwa aku diperlakukan seperti ini.

Semoga saja ada banyak hikmah dibalik kejadian ini.


***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..