Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 9

Aku hanya berdiri dan terdiam.

Andaikan waktu dapat kembali, aku tidak akan pernah menerima tawaran kerja dari Mrs Anne. Aku akan meneruskan pekerjaan ku meskipun hanya di kedai kopi yang upahnya hanya mencukupi keseharian ku saja. Daripada disini, karena aku menganggap ini bukan bidan ku, bukan pribadi ku, dan sudah jelas bukan diri ku. hanya tubuh ku yang ada disini, karena pikiran dan perasaan ku sangat jauh sekali dari tempat ini. Aku ingin segera menyeleseikan latihan ini. Ingin segera keluar dari tempat yang aku anggap melebihi penjara, meskipun aku belum pernah masuk penjara, tapi pasti tidak akan jauh berbeda. Apalagi dengan disiplin waktu yang sangat berlebihan. Bukan hanya waktu istirahat yang harus disiplin, bahkan mandi, makan dan istirahat pun tidak boleh melebihi dari waktu yang sudah ditentukan. Jelas, ini bukan diriku.

Mau bagaimana lagi. Tidak mungkin aku melarikan diri dari tempat ini, apalagi dengan penjagaan yang sangat ketat. Oke, akan aku jalani saja. Karena saat ini aku sedang menjalani nasib ku saja, bukan takdir. Aku masih bisa merubahnya.
*
Sekitar jam 3 pagi semua orang yang sedang tertidur lelap, dibangunkan dengan suara alarm yang begitu keras. Padahal kami baru istirahat 2 jam saja. Karena latihan tadi sangat melelahkan. Kemudian semua orang dikumpulkan di lapangan. Semuanya wajib berkumpul. Apabila tidak mengikuti arahan pelatih, nasibnya akan sama seperti budak di zaman kehidupan kuno. Akan dihukum dan mendapatkan sangsi yang sangat berat. Contohnya saja tidak boleh tidur di kamarnya, melainkan harus tidur di kolam lumpur. Selain itu tidak akan mendapat jatah makanan selama sehari penuh. Dan akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi jika beberapa kali melanggar aturan. Terakhir aku pernah melihat yang disuruh menembak kepalanya sendiri. Karena dia sudah beberapa kali mencoba melarikan diri dengan menyandera beberapa petugas keamanan. Dan beberapa kali pula banyak petugas yang tertembak. Sangat mengerikan.
Makanya, lebih baik aku mengikuti semua aturan yang ada. Sekalipun aku tidak menyukainya.
**
Aku sudah menguasai semuanya. Apalagi ilmu bela diri yang sejak kecil juga aku sering berlatih, silat, bela diri tradisional dari Negara ku, Indonesia.
Aku pun harus kembali ke kantor di Langley. Dengan di jemput oleh Mr Adam dan Mrs Anne. Kabarnya aku akan mulai melaksanakan tugas pertama, tugas lapangan. Menurut dari uraian yang kubaca di catatan laptop milik Mr Adam saat perjalan menuju apartemen ku.
Jujur saja, aku malah sedikit penasaran juga dengan tugas ini. Meskipun masih ada rasa takut. Tapi memang sangat ingin segera melaksanannya, melakukan hal-hal yang masih baru bagi ku, bagi kehidupan ku. Sudah pasti juga akan berpengaruh pada kehidupan ku selanjutnya, dimasa mendatang. Tapi aku akan mencoba menjalaninya, mencoba menjadi apa yang mereka mau.
**
Setelah seminggu beristirahat, aku pun mulai kembali ke kantor. Hanya saja beda ruangan dan suasananya. Kali ini aku disebuah ruangan yang berisi banyak computer dan dengan view jendela kaca. Sangat jelas jika melihat ke luar gedung. Apalagi ruangan ku berada di lantai 30, lebih tinggi dari ruangan kerja ku saat masih mengurusi administrasi.
Teman satu ruangan pun ada beberpa yang tidak asing, ya, diantaranya ada yang pernah satu sesi saat latihan di markas (kami menyebutnya markas, tempat latihan). Ada 2 perempaun dan 4 laki-laki. Tidak pernah ada yang akrab seorang pun. Hanya kenal sepintas saja.
**
Aku pun mulai membaca surat tugas pertama ku.
Ternyata tugas pertama ku adalah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang ada disebuah rumah yang terletak di kawasan elit daerah Buttonwood Ln, Virginia. Sekitar 2 jam perjalan menggunakan mobil. Meskipun masih sekedar asisten penyelidik, tapi aku sangat antusias sekali.
Setibanya di tkp, ternyata polisi sudah melakukan penyidikan terlebih dahulu. Tapi kami tetap harus melaksanakan tugas ini. Kami pun turun dari mobil.

Pembunuhan ?


Part 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..