Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 10

Aku pun mulai membaca surat tugas pertama ku.
*
Ternyata tugas pertama ku adalah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang ada disebuah rumah yang terletak di kawasan elit daerah Buttonwood Ln, Virginia. Sekitar 2 jam perjalan menggunakan mobil. Meskipun masih sekedar asisten penyelidik, tapi aku sangat antusias sekali.
Bersama teman baru ku yang baru kenal beberapa jam, namanya Richard. Dia asli dari London. Sudah 2 tahun bekerja disini, di kantor intelegent Amerika. Dan sejak pertama pun dia sudah bergelut di bagian lapangan. Kebetulan dia lulusan dari sekolah ternama di Negara asalnya, Inggris.
Setibanya di tkp, ternyata polisi sudah melakukan penyidikan terlebih dahulu. Tapi kami tetap harus melaksanakan tugas ini. Kami pun turun dari mobil.

Pembunuhan ?
Seorang wanita berusia 25 tahun ditemukan tidak bernyawa di rumahnya. Sudah menikah, belum mempunyai anak. Sedangkan suaminya sedang perjalan pulang dari Rusia, sesaat mendengar kabar bahwa istrinya ditemukan tidak bernyawa di rumah mereka.

Aku hanya mengikuti kemana Rich (Richard) berjalan, ketika di rumah itu, dia dengan teliti menyelidik setiap bagian rumah, mulai dari pintu depan, pintu belakang, jendela dan terakhir di kamar tepat dimana mayat seorang perempuan itu terbaring kaku. Hanya secarik kertas dan pulpen saja yang aku pegang, dan aku sigap ketika Rich menyuruh ku mencatat setiap apa yang dia temukan.
Memang bukan hanya kami berdua saja yang melakukan penyelidikan itu, tapi ada sekitar 10 orang disana, petugas dari badan intelegnt lainnya. Sedangkan polisi hanya berjaga di sekitar tkp. Hampir 1 jam kami mencoba untuk mencari sebab terjadinya pembunuhan itu, dan kami pun bergegas meninggalkan tkp, dengan beberapa catatan yang sebelumnya sudah aku tulis.
*
Sesampainya di kantor, kami pun mulai berdiskusi dengan pembahasan satu persatu seperti yang tadi sudah aku tulis.
Karena ini baru pertama kali aku melakukan tugas lapangan, aku pun masih belum banyak mengerti harus kemana arah pembahasan ini, aku hanya mencoba untuk memberi ide dan beberapa pendapat saja. Lebih menggunakan logika, karena pengalaman ku hanya nol dalan hal ini.

Setelah beberapa jam kami membahasnya, Rich pun memutuskan untuk kembali ke tkp dan mengajak ku tentunya. Aku pun mengikutinya saja.
Setelah kembali sampai di tkp, malam hari. Kami hanya bertemu beberapa petugas diluar rumah da nada 2 orang kerabat dari perempuan itu, juga ada suaminya yang baru datang dari luar negeri, urusan pekerjaan, katanya.
Rich pun mulai mengintrogasi setiap orang yang mengenal perempuan itu, termasuk kerabat dan suaminya. Seperti kapan terakhir mereka berkunjung ke rumah korban dan si suami terakhir kali meninggalkan rumah.
Setelah hampir 30 menit, kami pun kembali ke kantor. Dan sesampainya di kantor, Rich menyambungkan sebuah ponsel ke komputernya. Ponsel dari mana ? Setahu ku dia hanya memiliki satu ponsel saja. Oh iya, itu adalah ponsel milik korban. Dia mengambilnya dengan diam-diam saat tadi melakukan penyelidikan kedua kalinya.
Terlihat di layar komputer setiap data yang ada di ponsel itu. Saking canggihnya komputer itu, ditemukan juga kapan terakhir pemilik melakukan telfonnya, termasuk sms dan telfon. Padahal tadi ponselnya dalam keadaan mati.
Bukan hanya data yang ada di ponsel itu yang ditemukan Rich, tapi terlihat jelas sidik jari yang pernah menyentuh ponsel korban.

Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Rich pun menelfon petugas polisi dan langsung menugaskannya untuk menangkap suami korban.
*
Aku hanya takjub saja melihat usaha Rich yang dengan cepatnya menemukan pelaku pembunuhan itu.
*
Di ruang introgasi, suami korban pun diberikan pertanyaan dengan begitu banyaknya, Rich di dalam sana. Aku hanya menyaksikannya di balik kaca hitam yang hanya satu arah pandang. Terdengar dari mikrofon bahwa suaminya memang yang melakukan pembunuhan itu. Dengan alasan bahwa istrinya itu ketahuan berselingkuh beberapa kali. Tanpa ada jejak sedikit pun, suami korban melancarkan niatnya itu. Pintu, jendela, dan tidak ada jalan masuk ke rumah yang rusak. Dan dengan alasan pergi keluar negeri karena ada alasan pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat meyakinkan jika ditanya dimana dia berada saat pembunuhan itu terjadi.
Dan tidak sulit bagi Rich untuk menebak siapa yang melakukan pembunuhan itu, selain tidak ada jalan masuk yang rusak, dari panggilan yang masuk dan keluar dari ponsel korban pun tidak ada yang berasal dari atau keluar negeri, berbeda dengan pengakuan suaminya, bahwa beberapa hari yang lalu saat dia sedang berada di luar negeri sempat berbincang di telfon bersama istrinya. Juga di kuatkan dengan bukti dari pasport yang tidak ada cap/ bukti kedatangan / kepergian dari luar negeri, apalagi saat Rich meminta potongan tiket bekas penerbangannya si tersangka malah menjawab bahwa dia menghilangkannya.

Memang terlihat mudah dalam mengungkap kasus hanya beberapa jam saja, tapi perlu insting dan pengetahuan yang sangat luas.
*

Ini pengalaman pertama ku saat bertugas lapangan. Dan masih menunggu beberapa tugas lainnya, karena kasus pembunhan ini sangat cepat kami selesaikan, ya meskipun aku hanya membantu hal-hal kecil saja bersama rekan baru ku, Rich si jenius.


Part 11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..