Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 10 Februari 2016

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 7

Pada saat dulu, semua aplikasi visa (DV Lottery) harus mengeluarkan sedikit biaya untuk mengirim semua dokumen termasuk pas foto melalui pos ke Kentucky Consular Center (KCC) di Amerika sini. Tidak seperti sekarang, semua aplikasi visa bisa diisi secara online.

Pada saat aku terpilih mendapat kesempatan GC waktu itu, kata KBRI jumlah orangnya lebih dari 300 pendaftar. Tapi hanya ada sekitar 50 orang saja yang bisa di acc. Termasuk salah satunya adalah aku.

*

Sejak bekerja di kantor intelegent ini, kebiasaan hidup ku berubah 180°. Yang biasanya tidak suka pantai pun, karena banyak teman di kantor yang mengajak, aku sering ikut pergi ke pantai untuk sekedar mengantar teman atau hanya untuk jalan-jalan jika hari libur. 

Pekerjaanku juga tidak yang aneh-aneh, masih mengurus administrasi saja. Mencatat pengeluaran. Ada untuk pelatihan, obat-obatan, pengadaan alat-alat kantor dan lapangan. Ada juga pemasukan  dana dari A, B dan dari lembaga-lembaga penting di Negara ini. Tidak sedikit juga dari perusahaan swasta juga perorangan.

Oh iya, kantor tempat ku juga ada cabang di Negara lain. Termasuk di Negara bagian Asia. Bahkan di Indonesia pun ada. Tapi benar-benar masih tertutup, hanya orang/lembaga tertentu saja yang mempunyai akses. Info ini aku dengar dari salah satu rekan kerja ku.

Di Amerika ada universitas juga yang khusus lulusannya nanti akan langsung bekerja di kantor ini. Tapi belum open public. Tau kan maksudnya ? Ok

*

Suatu hari, setelah jam pulang kerja, aku diajak hang out oleh beberapa teman, ke pantai, Virginia Beach tepatnya.
Dan pada malam hari. Ada 4 orang waktu itu. Diantara kami semuanya pendatang, meskipun ada Lerry yang asal New York, yang lainnya dari negara bagian perbatasan, keturunan latin kalau tidak salah. 
Aku yang paling berbeda, secara keturunan asia, orang Sunda lagi. Banjaran ? Remember ? Kalau yang belum tau Banjaran bisa search di google. (piss)
Kehidupan di VA Beach (Virginia Beach) ternyata tidak seramai di pantai-patai ternama lainnya, seperti Hawaii dan Miami, tapi tetap saja gemerlapnya dimalam hari sangat luar biasa.
Sekitar jam 10 malam kami sampai di sebuah pub yang tidak jauh dari pantai. Udara pantai sangat terasa. Dan Lerry pun menawarkan minuman yang sudah ia pesan untuk kami minum berempat. 
Ya sudah, kami pun minum.

Jujur saja ya, kalau minum-minuman yang beralkohol sangat jarang semenjak tinggal disini. Dulu pernah waktu masih di LA, di apartmen ku. Itu juga karena ada tetangga sebelah yang merayakan pesta ulang tahun, dan aku diundang. 
Kebanyakan disana munumannya khas dari Russia. (Masa aku sebut merek). 
Dan yang sekarang kami minum pun dengan jenis yang sama.
Diantara kami berempat, Lerry lah yang paling agresif.
Lirik perempuan sana sini. Menggoda setiap perempuan yang berjalan di depan kami. 
Kami bertiga hanya tertawa saja melihat tingkahnya. Apalagi kepala ku sedikit pusing.
Dan karena kami merasa masih ada yang kurang, ada yang  mengusulkan, bagaimana kalau mampir ke diskotik sebentar, sebelum pulang.
Akhirnya kami sepakat. 
Tapi tidak masuk ke diskotik di daerah pantai sana, Lerry mungkin sudah punya tempat favoritnya, kami pun menuju kawasan Richmond, VA. Sekitar beberapa menit dengan cara berkendara, Lerry-lah yang lihai dalam hal itu, kami pun sampai.

NU Night Club nama tempatnya. (Promosi, karena saat itu sedang ada diskon, itung-itung balas budi :D) Alasannya, karena tempat ini sangat strategis, dan aman juga dari para gangster disana. Dengan keamanan yang ketat. Seperti saat kami mau masuk saja harus dan wajib sekali melewati box pemeriksaan. Kabarnya tidak jarang para selebriti disana yang sering mengahbiskan waktu luangnya di tempat ini.

Memang, ini bukan kali pertama aku masuk tempat clubbing, tapi semenjak disini aku baru sekarang.

Aku tidak ikut yang lainnya ke tengah untuk mengikuti alunan musik dj. Aku hanya duduk saja di meja bar.
Seru juga. Beda sekali saat masih di Bandung. Di daerah Pasir Kaliki.
Masih ingat, saat itu diajak beberapa teman kuliah. Kebetulan diantara teman ku ada yang sedang merayakan ulang tahun.
Karena aku hanya sendiri dan duduk saja, aku pun terus memesan minuman. Minum, minum dan minum lagi.
Dan yang aku ingat…

Aku terbangun di sebuah tempat tidur dengan matahari yang langsung menyinari mata ku, di samping ku ada seorang perempuan.
Oh Tuhan ! Apa yang telah terjadi ?

Ternyata semalam aku terlalu banyak minum, hingga akhirnya aku ambruk. Untungnya, temen ku sewaktu kerja di LA, namanya Natally masih mengenaliku. Dan kebetulan juga dia semalam ada disana. Kabarnya dia juga pindah kantor ke daerah yang tidak jauh dari Pantai. Dia pun membawa ku ke apartmennya. 

Natally ? Ternyata Amerika tidak terlalu luas.



Part 8 
***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..