Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 14 Februari 2017

Fase Terendah Hidupku



Place pict: Cibolang Pangalengan, Jawa- Barat

Aku pernah mengalami fase terendah dalam hidup ini, pernah mengalami hal terburuk bahkan bisa dibilang yang paling buruk, aku juga pernah mengalami situasi dimana tidak semua orang mampu melewatinya, ya, memang aku selalu yakin bahwa akulah orang yang paling mampu bertahan dalam fase ini. “bukan sombong hanya yakin”


Masih bersyukur aku mempunyai kesempatan hidup, ini bisa aku manfaatkan dengan sebaik mungkin tanpa penyesalan ataupun berbagai kesalahan. Mungkin kalau rasa menyesal pasti ada, tapi aku sendiri mencoba belajar dari pengalaman hidup ini, jangan sampai mengulangi kesalahan untuk kesekian kalinya.


Pernah dibenci, dibohongi, dihujat, dijauhi, didzolimi, dikhianati, dicaci maki dan yang pernah menyakitkan adalah pernah kenal dan hidup dengan orang-orang tanpa hati nurani yang hanya mampu memandang dengan sebelah mata.


Tapi semua itu bisa dan mampu aku terima dengan ikhlas, meskipun tidak secara langsung ke titik “ikhlas”, ya bisa dikatakan butuh waktu yang sangat lama untuk mencoba menerima itu semua, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa hidup ini akan terus penuh dengan cobaan juga godaan, yang perlu dilakukan hanya bagaimana cara kita mengahadapinya.


Dari semua fase yang aku anggap sebagai cobaan dan godaan itu aku banyak belajar bagaimana caranya tetap membuka telinga saat ada orang yang berkata tentang aku, mencoba membuka suara disaat ada orang yang bertanya, dan aku pikir yang paling lumayan sulit dilakukan adalah mencoba bertahan untuk tetap hidup saat semua harapan sudah habis, sudah sirna, sudah kosong, sudah lenyap, saat tak ada lagi alasan untuk tetap hidup.


And you know what, apa yang membuat aku untuk tetap bertahan di tengah gelombang kehidupan ini ? Apa yang membuat aku tetap ingin terus melanjutkan hidup ini ? Apa yang membuat setitik harapan itu muncul kembali ?


Only love. Ya, cinta. Hanya cinta. 

Cinta ?


Oke oke! Pasti terlalu lebay kalau aku sudah bahas tentang cinta.
Tapi memang kenyataannya seperti itu. Aku tetap membuat banyak alasan setiap saat untuk tetap bisa tinggal disini, untuk tetap bisa melewati semua ini, agar mampu kembali ke fase dimana aku juga pernah merasakan hidup yang kembali bersinar, berwarna, tanpa kabut gelap lagi dan hidup dengan rasa bahagia.


Bahagia ?