Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2018 by Personal Blog & Google

Monday, 18 December 2017

Rasa Bahagia Seseorang

Instagram: @nuginugraha.id


Seseorang yang memiliki pemikiran luas dan terbuka pada hal-hal yang mungkin dianggap tabu bagi sebagian orang, atau mungkin tidak seharusnya masuk dalam kategori wajar karena memang tidak layak untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran atau penilaian atau apapun yang membuat hidup seseorang hanya terbuang dengan sia-sia karena sebuah alasan itu, what's that ? 


Sebuah pertanyaan muncul ketika mendengar sebuah panggilan untuk mendekat dan mendatangi dan mencari tau apa yang terjadi dalam hidup seseorang, apakah karena cinta atau sayang atau hanya rasa penasaran saja ? 


Saat seseorang sedang dalam proses belajar mencintai dan menyayangi dan menerima semua kenyataan yang terjadi dalam hidup orang lain, akan banyak menemui rintangan yang mungkin tidak hanya sekali atau dua kali, pasti akan begitu banyak rintangan lain yang sudah pasti lebih rumit dari yang sebelumnya, apalagi jika yang sebelumnya belum benar-benar diselesaikan sepenuhnya. Merembet ? 


Simpan dulu kata cinta dan sayang, mencoba untuk mencari tau apa itu arti dari kalimat menerima semua yang pernah dan akan terjadi dalam kehidupan seseorang yang awal mulanya terjadi karena rasa suka dan diteruskan rasa cinta dan sayang.


Menurut saya pribadi, Nugi Nugraha, menerima semuanya berarti berjanji diatas nama cinta bahwa akan menerima setiap detik dalam hidupnya juga setiap jengkal yang ada dalam diri pasangannya itu, dari mulai masa lalu sampai masa yang dilalui bersama, dari mulai kekurangan hingga kelebihannya, dari mulai rasa bahagia dan rasa sedih, intinya jika mengucapkan menerima berarti siap dengan segala resiko yang akan terjadi suatu saat nanti. 


Resiko ? 
Ya, tentu saja. 
Setiap menentukan pilihan dalam hidup akan bertemu dengan sebuah resiko.
Lalu sejauh mana dan serumit apa resiko itu ?
Masih menurut saya, setiap resiko tidak akan melebihi dari sebuah pilihan itu, semuanya akan seimbang. 


Mungkin agak rumit jika saya bahas yang seperti ini, kenapa ? Tentu saja saat ini otak saya sedang diatas normal sehingga jika suatu saat saya sendiri yang kembali membaca tulisan ini kemungkinan besar tidak akan terlalu sepaham dan semengrti saat saya tulis sekarang. 


Saya hanya mau berkata, bahwa kebahagiaan seseorang tidak diukur dari seberapa sering dia merasa bahagia, melainkan seberapa sering dia bersyukur atas kebahagiaannya itu.


Hidup seseorang juga tidak berarti apapun ketika dirinya hanya memikirkan kebahagiaan untuk dirinya saja, karena semua orang perlu dan merasa berarti ketika membuat orang lain ikut merasakan yang namanya bahagia. 


Ini untuk seseorang yang sampai saat ini masih dan tetap bertahan untuk tetap berada disamping saya. 


Saya mau mengucapkan terima kasih atas semua yang pernah kamu lakukan untuk saya, mulai dari hal kecil sampai bisa dibilang sebuah pengorbanan yang belum tentu bisa saya balas, atas waktunya, atas kebesaran hati, atas terbukanya pemikiran dewasa yang semakin hari semakin membuat perasaan ini semakin besar dan sulit untuk dipudarkan. 


Semoga kita diberi waktu yang panjang, selalu dalam kasih-Nya, selalu dalam kesehatan dan semoga kita tidak bisa menebak sampai kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir.


I love you so much.

No comments:

Post a Comment

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..