Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Senin, 30 Januari 2017

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 11

Sekarang aku tinggal di kota kecil dengan hamparan pantai yang begitu indah.
Tentu saja tidak ada seorang pun yang tau. Setelah sekian lama aku bekerja di kantor intelegensi terbesar di dunia itu, aku mengalami banyak perubahan dalam hidup. Selain memang pekerjaannya yang tidak aku inginkan, lingkungannya sangat terlalu jauh diluar nalar yang dipikirkan manusia normal.
Seperti tidak ada lagi privasi yang aku miliki, rasanya seperti hidup disebuah layar monitor dengan disaksikan oleh jutaan orang, kemanapun rasanya ada yang mengikuti, bahkan di kamar mandi sekalipun.

*

Aku masih ingat saat mendapatkan tugas kesekian kalinya. 

Saat itu aku sudah mendapatkan fasilitas pekerjaan yang menunjang. Kendaraan yang terbilang cukup bagus, ponsel yang canggih, bahkan belum pernah ada di pasaran. Memang, itu ponsel yang khusus dibuat di tempat ku bekerja. Selain bisa dengan mudahnya menerima pemberitahuan dari server pusat, ponselku juga bisa dijadikan selayaknya penjaga pribadi. Entahlah, intinya itu hanya satu dari kesekian benda ajaib yang pernah aku dapatkan.
Pada suatu malam, aku sedang berada di apartemen ku karena setelah seharian mengurusi masalah di kantor. Tentu saja dengan berbagai laporan dari hasil kerja ku selama beberapa bulan terkahir. Aku pernah menjadi asisten detektif, asisten peneliti laboratorium, hingga aku sendiri yang menjadi detektif, kemudian aku juga pernah menjadi mata-mata untuk orang-orang yang memang ada di daftar rincian yang harus aku kerjakan, dari orang biasa hingga orang yang terbilang cukup penting keberadaannya, dan hingga akhirnya aku harus bekerja sebagai ending dari sebuah kehidupan bagi orang itu.


Hidup memang tidak pernah bisa diprediksi. Aku yang awalnya hanya seorang anak kampung dari kota pinggiran di Indonesia, kini aku menjadi seorang mata-mata sekaligus penuntas bagi hidup oranglain. Aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi sebelumnya. 

Aku sudah mempunyai segalanya. Uang, tempat tinggal lumayan nyaman, teman yang banyak, barang-barang yang lengkap, meskipun tidak bisa dibilang berkelas, juga cinta. Cinta ?
Aku pikir aku tidak mencintainya. Begitupun dia. Kami hanya bermain dalam sebuah peran agar mereka percaya bahwa kami memang mempunyai hubungan yang spesial. 

*
Aku tau dia sudah tertidur pulas di kamar. Apalagi ini sudah lewat tengah malam.
*
Tiba-tiba ponselku bergetar. Itu SMS masuk dari server pusat. Ternyata aku harus menyelidiki identitas seseorang yang baru tinggal di Negara ini. Tentu saja dia sama seperti ku dulu, dia pendatang. 

Aku melihat sepintas dari profilnya. Ternyata dia berasal dari negara yang sama denganku. Dia adalah seorang ahli IT untuk sebuah perusahaan ternama di pusat kota. Usianya 10 tahun lebih tua dariku. Dia datang bersama keluarga kecilnya.
Malam itupun aku lanjutkan dengan mencoba membuka semua info tentangnya.

Aku baru sadar, apakah aku dulu juga diperlakukan seperti ini ? Entahlah.
Aku harus tidur. Besok aku harus segera mencari tau tentang dia lebih detail. Apalagi dia adalah ahli dalam bidang yang sama sekali tidak pernah aku kuasai. Ya, aku benci kemajuan teknologi. 

Aku pun tertidur.

*
Pagi hari.

Setelah aku sarapan bersamanya, aku pun pamit untuk berangkat kerja.
Oh iya, aku dan Natally. Kami menjalin hubungan. Tapi ini tidak murni, ini hanya sebagai pelengkap sandiwara saja diantara rencana kami. Memang, dulu aku pernah menyimpan sebuah rasa kepadanya, tapi itu memang dulu, sebelum aku tau kalau dia juga adalah salah satu dari kami. Ya, kita bekerja pada perusahaan yang sama.


Tidak sabar rasanya ingin segera menuntaskan permasalahan ini.


2 komentar:

  1. Awalnya nyambung, tapi kok ke sini2 jd gak nyambung, banyak yg salah ini,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini namanya ada rekayasa cerita 😂😂😂

      Hapus

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..