Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Jumat, 27 Januari 2017

Masa Mudaku Bersama Demensia || My Youth With Dementia

Masa muda itu adalah masa dimana semuanya rasa ingin tahu selalu menjadi raja, bagaimana dan bagaimana dan hanya bagaimana dan bagaimana rasanya yang ada. 
Aku sih begitu, aku tidak mau tau kalau kamu bagaimana. He-he (-_-) 


Siang tadi tepat jam 11 am aku sudah sampai di tempat pendaftaran RSHS, tujuanku lain bukan alias bukan lain alias tidak bukan yang akan bertemu dengan Dokter khusus disana. (Aku sudah bilang ke beliau untuk menulis setiap pengalamanku di blog, dan beliau tidak ingin real name-nya ditulis disini).

Begitu dipanggil namaku oleh seorang perawat disana dan diarahkan menuju ruang dokter.
Tidak begitu banyak yang mengantri, tidak lebih dari 10 orang yang duduk di kursi untuk menunggu antrian, dan itupun para lansia yang didampingi oleh entah anaknya atau pembantunya atau kerabatnya atau mungkin tidak tau juga sih, yang jelas cuma aku yang datang sendiri. Abaikan mereka. Asyik dengerin lagu aja (-_-)

Saat di ruang dokter, aku ditanya nama, umur, tempat tinggal, pekerjaan, dan datang dengan siapa. Dan sepertinya tidak perlu aku tulis apa jawabanku disini he-he

Intinya aku datang untuk pertama kalinya karena mendapat rekomendasi dari seorang dokter juga yang sudah biasa aku temui setiap bulannya (jangan kepo ya). 

Akhirnya aku bertanya kenapa alasannya sampai aku ini terkena penyakit atau disebutnya menderita atau apalah namanya ya, intinya kenapa aku sampai terkena yang namanya Demensia. Tentu saja aku membawa hasil lab yang sudah aku dapatkan sebelumnya, aku tes checkup di laboratorium ternama di Indonesia ya, tidak mau sebut merek karena aku bukan endorsement ha-ha.

Akhirnya dokter menjelaskan tuh, dari mulai pengertian, ciri-ciri, faktor penyebab dan cara mengatasinya.
Ini yang aku rangkum dari hasil rekaman di HP-ku, kalau ditulis semua capek juga ha-ha

Dan demensia menurut hasil rangkuman ku adalah kondisi dimana terdapat gangguan pada ingatan atau disebut dengan pikun. Dan menyebabkan menurunnya daya ingat, hilang ingatan, perubahan perilaku, salah penilaian, dan yang lebih parahnya adalah blank (apa iya gitu ya kalau tidak salah. Soalnya rekamannya di video dan videonya kehapus saking penuhnya memori telpon. Aduh).

Kalau ciri-cirinya sudah jelas ya jadi lupa gitu, mungkin jadi pelupa, ada yang berjangka pendek kalau yang belum parah, kalau yang sudah parah itu bisa sampai lama untuk mengingat apa yang semestinya diingat.
Dan kata dokternya, itu terjadi pada lansia diatas usia 65 tahun. Faktor umur kali ya (-_-). 

Tapi, ada tapinya ya nih.
Ternyata selain faktor usia, ada juga faktor itu antara lain genetik, obat, hormon, penyakit-penyakit yang terkait dengan penuaan, gangguan neurologis seperti stroke, kanker, efek samping beberapa jenis obat, stres, gangguan tidur, pola makan dan gizi, alkohol, kurang olahraga, merokok, dan obat-obatan terlarang. Masih ada lagi sih, tapi (udah tau kan kalau aku pelupa).
Kalau faktor usia, aku kan masih remaja.

Genetik ? Aku tidak tau.
Obat ? Maybe. Soalnya lagi pengobatan juga.
Hormon ? Aku tidak mengerti.
Penyakit-penyakit lain (lihat aja yang diatas tuh), aku hanya ada komplikasi bagian dalam tubuhku saja. Dan kata dokter harus ada pemeriksaan lanjutan.
Stres ? Umhhh maybe.
Gangguan tidur? Maybe juga. Secara kadang bisa tidur dari sore atau kadang suka begadang. Tidak menentu kalau masalah tidur.
Pola makan ? Entahlah (-_-).
Alkohol ? Maybe :D
Merokok ? Maybe.
Obat terlarang ? Maybe.
*Alkohol sudah tidak sejak kejadian 3 bulan lalu itu.
*Merokok sudah dikurangi sejak tau kalau aku mempunyai komplikasi.
*Obat terlarang, pernah beberapa kali tapi itu sudah lama banget. Dulu pokoknya.

Dan kalau aku pribadi, yang aku alami beberapa bulan terakhir memang seperti itu. Aku kadang lupa hari ini hari apa kecuali lihat HP dulu, tanggal apalagi. Dan kalau lupa menyimpan barang sih dulu aku menganggapnya hal biasa saja, dan baru tau juga kalau itu salah satu ciri terkecil. 

Oh iya, aku pernah mengalami kejadian lupa yang lumayan lucu.
Waktu itu aku mau sholat Jum'at, dan aku niatnya mau di Masjid Agung Bdg. Sudah biasa sih sebenarnya. Aku selesai mandi terus memakai sarung dan baju koko. Kemudian dari kost berangkat pakai motor, biasa juga begitu. Dan entah kenapa aku kan dari kost sewaktu masih di Jln BKR, malah yang aku ingat itu sudah sampai di dekat pabrik Ceres yang arah Dayeuhkolot. OMG! Untungnya aku pakai helm.
Akhirnya aku balik arah lagi deh. Seingat ku sih aku mau ke rumah si Teteh yang di Banjaran (-_-)

Kalau kejadian-kejadian yang biasa sih saking terlalu banyaknya jadi aku anggap sudah biasa.
Kalau lihat histori alarm di HP ku itu banyak banget. Ha-ha
Kalau aku ada janji mau ketemu orang jam sekian, yang pertama aku ambil adalah kertas dan pulpen, atau paling tidak langsung setting alarm.

Dan yang paling parah adalah tanggal 22 Januari kemarin. Aku kan sering mimisan, jadi aku pikir memang biasa saja, tapi ternyata langsung sakit kepala dan aku pengen tidur aja. Dari pagi sampai aku ingat itu adzan Ashar. Man! Lama banget aku tidur.
Dan yang aku ingat adalah lapar dan menonton TV. Makan sambil nonton tv maksudnya.
Aku sih masih ingat nama, secara bukan amnesia ya tapi demensia. Ha-ha (-_-)

Abis makan aku melanjutkan nonton TV dan niatku membeli rokok di warung depan. Dan secara kebetulan aku menjatuhkan HP ku. HP mati dan me-restart sendiri berulang kali dan aku udah bodo amat tuh sama si HP. Aku pun tidur lagi.
Sekitar jam 8 PM aku baru bangun lagi. Yang pertama aku lihat ya jelas HP dong. Dan kembali ke awal lagi pengaturannya, dan disana aku baru sadar kalau aku benar-benar lupa akan semuanya. Tidak semuanya sih, sekitar 10% masih ingat.
Password email utama masih ingat, tapi password yang lainnya aku tidak ingat.
Dan blank deh semuanya sejak saa
t itu. Ingatanku seperti HP itu.

Oke lupakan tentang HP-nya (-_-)
Dokter pun menyarankan agar aku segera ke tahap pengobatan atau terapi gitu deh. 

Lu kira gua orang kaya ? Lu kira gua semudah anak-anak lain yang seenaknya meminta uang sama bokap-nyokapnya, lu kira gua hidup dari warisan, aduh please deh. Baru sampai ke tahap konseling ini saja sudah berapa yang aku keluarkan. Duit makan, duit kost untuk bulan depan nih. Aduh.

Akhirnya aku meminta solusi terbaik untuk sementara waktu.
Katanya sih tidak ada solusi terbaik, yang namanya ya untuk sementara mah bukan yang terbaik, tapi solusi termudah.

Aku harus menjaga pola hidup yang sehat, makanan, olahraga, istirahat, pergaulan, dan keluarga disini juga sangat mendukung banget. Speechless deh aku.
Setalah hampir 1 jam aku di ruangan itu, akhirnya aku pamit saja. Kasihan yang antri lama.

Aku hanya mau bilang bahwa hidup itu tidak lama, hidup itu tidak panjang, hidup itu tidak selalu bahagia, oleh karena itu pergunakan waktu sebaik mungkin bersama orang yang kamu sayangi. Aku ? Aku begini sekarang. Bisa kapan saja lupa dan entah kapan akan ingat.


Tapi aku masih ingat kalau aku mempunyai pacar yang selalu menyiksaku dengan rasa rindu ini. (Lagi-lagi tentang cinta he-he)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..