Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Jumat, 16 Desember 2016

Dicintai atau Mencintai ? || Loved or Loving ?

Cinta itu indah..
Melebihi indahnya sesuatu yang pernah dilihat, didengar atau dirasakan, karena cinta selalu ada di mata, di telinga dan di hati..


Bukan dimana letak cinta yang ingin aku tulis, tapi sebuah pilihan jika harus memilih antara dicintai atau mencintai..


Semua orang berhak untuk dicintai dan mencintai, karena cinta itu melebihi kata "universal" melebihi segala batasan apapun, karena cinta adalah cinta, karena cinta tidak mengandung definisi yang jelas, karena cinta memang cinta, bukan perasaan apalagi pikiran.. 


Kenapa cinta bukan perasaan ? Karena perasaan itu bisa hilang, kenapa cinta bukan pikiran ? Karena pikiran itu bisa terhapus..


Cinta itu tidak akan pernah hilang ataupun terhapus, cinta akan selalu ada di setiap jiwa yang menginginkannya, bukan hanya orang yang menginginkan, tapi juga orang yang memang sudah tidak pernah berharap akan adanya cinta itu.. Like me ? Oops curhat..


Oke, antara dicintai atau mencintai ?

Kalau dicintai itu bisa oleh siapa saja, begitu banyak jiwa yang akan memberikan cinta itu kepada kita, seperti derasnya hujan yang membasahi bumi, tanpa pernah ada aturan apapun, tanpa ada bagian yang ditentukan, tidak dalam waktu yang diinginkan, tanpa pernah mengenal batasan dan masih banyak lagi hujaman yang akan terasa.. Bahagia ? Entahlah, tergantung orang yang menerimanya, tergantung bagaimana dia memperlakukan cinta yang datang itu.. Dan intinya dicintai itu bukan kita yang memegang kendali atau mengontrol cinta itu..


Mencintai ?
Cinta memang indah, tapi cinta yang bagaimana ? Apakah mencintai seseorang itu selalu indah ? Selalu bahagia ? Aku pikir tidak! Kenapa ? 

Ok relax!


Mencintai itu beda dengan dicintai, kok bisa ? Yups. Dicintai itu bukan kita yang memegang kendali, sedangkan mencintai itu diri kita yang memegang semua kendali itu, kapan akan memulai, kapan akan memutuskan untuk mencintai, kapan akan mengakhiri mencintai dan kita seorang diri yang menentukan kepada siapa akan mencintai..


Indahnya dimana ? Mencintai seseorang yang mempunyai rasa ingin mencintai juga, itulah sebuah kebahagiaan yang aku pikir melebihi batas keindahan apapun..
Tidak indahnya ? Ya sudah jelas jika kita mencintai seseorang yang ternyata malah mencintai jiwa lain.. 


Tapi disanalah kita bisa mengontrol cara mencintai kita pada orang lain, bisa mengendalikan semuanya, meskipun semua orang juga tau bagaimana rasanya sakit mencintai orang yang tidak mencintai kita..


Kalau aku bagaimana ?


Kalau aku pribadi lebih netral saja, karena sering mengalami semuanya, sebagai manusia biasa akan ada fase dimana ada saatnya dicintai dan mencintai..


Aku selalu mencoba untuk mencintai orang yang memang mencintai ku, dan tetap mencintai orang yang sudah jelas-jelas tidak mencintai ku juga.. Bodoh ?

Aku pikir tidak, karena disinilah definisi cinta menurut aku, cinta itu tidak harus selalu indah, cinta tidak harus selalu tersenyum, cinta tidak harus selalu bahagia, karena cinta juga perlu air mata, perlu penyesalan, dan cinta juga perlu rasa sakit yang mendalam.. 


Yang terpenting dari cinta adalah sebuah keyakinan, selalu yakin bahwa suatu saat akan ada kalimat "saling mencintai"..


And now ?


Mungkin karena aku tidak pernah menghilangkan rasa percaya itu, akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk saling mencintai itu, aku mencintai jiwa yang juga mencintai ku juga.. That's so beautiful than u know..

..........................................

Hey kamu, iya kamu! 

I love u sooooo muchhhh.. thanks for Loving me too..

Jumat, 02 Desember 2016

Cinta tidak Selalu Indah || Love isn't Always Beautiful

Seseorang bisa semangat hanya karena adanya cinta ?
Seseorang bisa semangat hanya karena adanya seseorang ?
Seseorang bisa semangat hanya karena adanya yang memberi semangat ?


Ok fine! 7/10 orang memang seperti itu adanya.
Cinta menjadi prioritas utama dalam kehidupannya, selain cinta juga sudah pasti ada seseorang yang memberikan cinta itu, dan semangatlah yang dirasakan olehnya, jadi seperti mendapatkan suntikan vitamin dalam tubuhnya. Semuanya dapat dilakukan, saking semangatnya, hal yang sama sekali bukan jalannya pun dia jalani, yang bukan kebiasaannya pun menjadi kebiasaannya, dan masih banyak dampak positif dari rasa semangatnya itu.


Hey guyz, tapi bukankah cinta itu bisa pudar ? Bukankah orang bisa mudah pergi begitu saja ? Dan apakah semangat itu akan masih tetap ada ?


Oh c'mon!


Ini yang saya rasakan saat ini. Mungkin terlalu berlebihan atau entahlah namanya itu.
Saya selalu mempunyai semangat dalam hal apapun jika ada orang yang memberi semangat. Saya merasa tidak berdaya jika orang itu pergi begitu saja, secara perlahan atau just go saja.
Intinya saya tidak memiliki perasaan ingin bangkit itu, rasanya seperti ada yang hilang saja dari dalam diri ini, tapi saya tidak mengerti apa itu. Cinta ? Cinta saya masih selalu ada untuknya, saya juga masih tidak tau kenapa harus seperti ini. Dalam dada rasanya ada yang menusuk dan rasanya tidak sesakit biasanya, tidak berdarah juga, tapi terasa begitu dalam.


Mungkinkah karena ini sebuah kesetiaan dan pengorbanan yang sia-sia ?


Oke, lupakan curhat gila diatas !


Hikmahnya saja ya.


Jangan melakukan sesuatu karena alasan dan alasan, karena alasan itu bisa dibuat begitu saja dan dihapus begitu saja pula. Lakukanlah sesuatu dengan keinginan sendiri, tanpa cinta atau seseorang yang sudah tau akhirnya akan bagaimana jika keduanya hilang.


Well, cinta itu memang penting dalam kehidupan kita, tapi cinta yang bagaimana ? Sesaat atau sementara atau selamanya ? Ngomong-ngomong, dalam hidup kan tidak ada yang selamanya. Seperti bercermin saja.


Curhat lagi.


Saya sendiri sudah beberapa kali berjanji untuk tidak akan pernah jatuh cinta lagi, atau apa ya namanya, intinya tidak akan pernah hidup dengan sebuah rasa cinta lagi, sudah pernah membuang rasa cinta itu, tidak pernah peduli jika ada cinta yang datang, selalu mengabaikannya, dan saya sempat hidup tanpa itu semua, dan kehidupan saya juga baik-baik saja.


Hingga akhirnya ada sesuatu yang tumbuh begitu saja, dan pikiran saya selalu berpikir inilah yang terbaik, dan hati saya juga meyakinkan bahwa ini adalah yang terindah, dan yang namanya cinta selalu tumbuh dan terjadi tanpa melihat kondisi fisik, tanpa melihat ruang dan waktu, tanpa peduli betapa sakitnya perasaan yang akan tersakiti, dan ?
Dan selalu saya buang janji itu, janji dimana bahwa saya tidak akan pernah peduli lagi dengan yang namanya cinta.


And now ?


Tidak terlalu berharap banyak kepada manusia, karena manusia hanya bisa berpikir dan berkata, yang menggerakkan adalah Dia.
Saya mungkin akan merasakan yang namanya sakit saat terjatuh lagi, saat dimana yang pernah saya rasakan dulu.


Ini hanya tentang janji, hidup saya terlalu indah jika diberi janji. Rasanya janji itu sebuah harapan jika terucap dari mulut orang yang tercinta, apalagi orang itu adalah satu-satunya orang yang paling disayangi, tidak terhitung banyaknya pengorbanan yang sudah dilakukan, rela dibenci hanya karena orang itu.


Tapi inilah perjalanan hidup, harus ada cinta, seseorang yang dicintai, harus ada benci, seseorang yang pernah dan akan dibenci, kembali berjanji dan kemudian mengingkari janji itu.


Mungkin saya harus selalu positif thinking kepada orang, mudah-mudahan Dia selalu memberikan yang terbaik untuk menyertai perjalanan hidup saya.


Aamiin..


Always Loving u..