Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Jumat, 02 Desember 2016

Cinta tidak Selalu Indah || Love isn't Always Beautiful

Seseorang bisa semangat hanya karena adanya cinta ?
Seseorang bisa semangat hanya karena adanya seseorang ?
Seseorang bisa semangat hanya karena adanya yang memberi semangat ?


Ok fine! 7/10 orang memang seperti itu adanya.
Cinta menjadi prioritas utama dalam kehidupannya, selain cinta juga sudah pasti ada seseorang yang memberikan cinta itu, dan semangatlah yang dirasakan olehnya, jadi seperti mendapatkan suntikan vitamin dalam tubuhnya. Semuanya dapat dilakukan, saking semangatnya, hal yang sama sekali bukan jalannya pun dia jalani, yang bukan kebiasaannya pun menjadi kebiasaannya, dan masih banyak dampak positif dari rasa semangatnya itu.


Hey guyz, tapi bukankah cinta itu bisa pudar ? Bukankah orang bisa mudah pergi begitu saja ? Dan apakah semangat itu akan masih tetap ada ?


Oh c'mon!


Ini yang saya rasakan saat ini. Mungkin terlalu berlebihan atau entahlah namanya itu.
Saya selalu mempunyai semangat dalam hal apapun jika ada orang yang memberi semangat. Saya merasa tidak berdaya jika orang itu pergi begitu saja, secara perlahan atau just go saja.
Intinya saya tidak memiliki perasaan ingin bangkit itu, rasanya seperti ada yang hilang saja dari dalam diri ini, tapi saya tidak mengerti apa itu. Cinta ? Cinta saya masih selalu ada untuknya, saya juga masih tidak tau kenapa harus seperti ini. Dalam dada rasanya ada yang menusuk dan rasanya tidak sesakit biasanya, tidak berdarah juga, tapi terasa begitu dalam.


Mungkinkah karena ini sebuah kesetiaan dan pengorbanan yang sia-sia ?


Oke, lupakan curhat gila diatas !


Hikmahnya saja ya.


Jangan melakukan sesuatu karena alasan dan alasan, karena alasan itu bisa dibuat begitu saja dan dihapus begitu saja pula. Lakukanlah sesuatu dengan keinginan sendiri, tanpa cinta atau seseorang yang sudah tau akhirnya akan bagaimana jika keduanya hilang.


Well, cinta itu memang penting dalam kehidupan kita, tapi cinta yang bagaimana ? Sesaat atau sementara atau selamanya ? Ngomong-ngomong, dalam hidup kan tidak ada yang selamanya. Seperti bercermin saja.


Curhat lagi.


Saya sendiri sudah beberapa kali berjanji untuk tidak akan pernah jatuh cinta lagi, atau apa ya namanya, intinya tidak akan pernah hidup dengan sebuah rasa cinta lagi, sudah pernah membuang rasa cinta itu, tidak pernah peduli jika ada cinta yang datang, selalu mengabaikannya, dan saya sempat hidup tanpa itu semua, dan kehidupan saya juga baik-baik saja.


Hingga akhirnya ada sesuatu yang tumbuh begitu saja, dan pikiran saya selalu berpikir inilah yang terbaik, dan hati saya juga meyakinkan bahwa ini adalah yang terindah, dan yang namanya cinta selalu tumbuh dan terjadi tanpa melihat kondisi fisik, tanpa melihat ruang dan waktu, tanpa peduli betapa sakitnya perasaan yang akan tersakiti, dan ?
Dan selalu saya buang janji itu, janji dimana bahwa saya tidak akan pernah peduli lagi dengan yang namanya cinta.


And now ?


Tidak terlalu berharap banyak kepada manusia, karena manusia hanya bisa berpikir dan berkata, yang menggerakkan adalah Dia.
Saya mungkin akan merasakan yang namanya sakit saat terjatuh lagi, saat dimana yang pernah saya rasakan dulu.


Ini hanya tentang janji, hidup saya terlalu indah jika diberi janji. Rasanya janji itu sebuah harapan jika terucap dari mulut orang yang tercinta, apalagi orang itu adalah satu-satunya orang yang paling disayangi, tidak terhitung banyaknya pengorbanan yang sudah dilakukan, rela dibenci hanya karena orang itu.


Tapi inilah perjalanan hidup, harus ada cinta, seseorang yang dicintai, harus ada benci, seseorang yang pernah dan akan dibenci, kembali berjanji dan kemudian mengingkari janji itu.


Mungkin saya harus selalu positif thinking kepada orang, mudah-mudahan Dia selalu memberikan yang terbaik untuk menyertai perjalanan hidup saya.


Aamiin..


Always Loving u..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..