Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 27 September 2016

Berlari Bersembunyi Dan Tetap Hidup - Hidupku Just My Life (38) 2016


Berlari, bersembunyi dan tetap hidup.



Itulah diriku saat ini. Terlalu banyak kesalahan yang akhirnya harus aku lakukan cara itu, dengan tujuan agar aku tetap bisa menjalani hidup. Dan memang inilah kehidupanku. Selalu berlari dari semuanya. Bukan berarti aku tidak berani mengahadapi dan mengakui juga menyadari bahwa semuanya memang terjadi dan telah aku lakukan, hanya saja aku tidak selalu siap untuk semua itu. Lebih tepatnya aku tidak mempunyai jiwa yang bertanggung jawab terhadap kehidupanku sendiri, aku tidak mampu mengakui perjalanan panjang diriku bahwa faktanya tidak sehebat yang aku harapkan, tidak sebaik yang aku inginkan, tidak seluar biasa yang aku mimpikan.



Aku mengakui kesalahan yang telah aku lakukan, terutama pada diriku sendiri, yang memang dengan sadar bahwa itu tidaklah baik dan sangat amat jauh dari kata lebih baik. Aku selalu berlari dari mereka, mereka orang-orang yang pernah mempunyai persoalan dengan kehidupanku, aku anggap semuanya selesai dengan aku berlari, meskipun kenyataannya hanya menambah masalah dari inti persoalan itu. Dan aku terus berlari dari mereka yang ingin aku untuk mengakui juga mempertanggung jawabkan kesalahanku. Aku berlari dari hari ke hari, waktu ke waktu dan setiap detik yang aku lalui. Aku tidak ingin sampai bertemu mereka, oleh kerena itu aku terus mencoba untuk terus berlari.


Aku pun sembunyi.


Sembunyi dari waktu yang justru ada disetiap ingatan panjangku. Siang dan malam selalu berganti, aku memang bisa sembunyi dari mereka, tapi aku tidak bisa sembunyi dari waktu yang dengan jelasnya aku berada didalmnya. Bukan, bukan waktu. Aku tidak pernah hidup dengan waktu, tapi aku hidup dari rasa bersalah. Rasa bersalah yang begitu dalam. Semakin aku mencoba sembunyi, maka semakin dalam rasa bersalah itu. Dan aku tenggelam di dalamnya. Tidak akan ada yang peduli kecuali diriku sendiri, karena hanya diriku yang mampu menutupinya. Bukan menutup rasa bersalah itu, tapi menutup diri dari dunia yang nyata yang membuat hidupku tetap berjalan sampai detik ini.



Aku sembunyi, aku bahagia dengan cara ini. Sedikit. Setidaknya inilah langkahku yang masih tetap terhenti oleh waktu dan penyesalan yang mendalam.




Aku hidup dari diriku sendiri yang penuh dengan kebohongan. Hingga akhirnya aku harus tetap berlari, bersembunyi dan tetap hidup dengan kebohongan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..