Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Sabtu, 28 Mei 2016

Pengalaman Pergi Ke Bali 2016 - Hidupku Just My Life (25)



Perjalanan Ke Bali


Pada tanggal 21 Mei, untuk pertama kalinya aku pergi ke pulau terindah itu. Katanya sih selalu menjadi tujuan wisata bagi orang-orang untuk berlibur, tidak hanya warga Indonesia saja tapi juga menjadi tujuan destinasi bagi orang luar negeri.


Penerbangan jam 16.40 aku take off dari Bandara Husen Sastranegara Bandung. 

Dengan memakai pesawat Citilink dengan jarak tempuh 90 menit. 

Sebelumnya aku memakai Grab Taxi dari tempat kost ke bandara. Oh iya, tadinya aku mau ke bandara Soekarno Hatta saja, karena tiketnya 50% lebih murah. Secara, aku kan lihatnya di situs booking online tercanggih dan termurah sedunia, yups, Traveloka. Njirrttt iklan keu mah euy. (-_-)
Dan setelah dipikir lagi, dari Bandung ke Jakarta tidak mungkin bisa ditempuh dalam waktu 4 jam, apalagi melihat jadual penerbangan yang meped (lupakan bahasa seperti ini). Belum lagi kalau macet dan hal lainnya yang tidak diprediksi, iya sama seperti hidup kamu yang tidak bisa diprediksi, iya, kamu! Ha-ha. 

Daripada ribet lagi, ya sudah aku putuskan untuk ambil penerbangan dari Bandung saja, selain dekat, aku juga tidak terlalu memikirkan selisih harga itu. (Soalnya duit lagi ada ha-ha)



Sekitar jam 1 PM aku ke atm untuk melakukan pembayaran booking tiket pesawat sekaligus hotel.

Jam 1.30 menuju bandara, dan karena cukup macetnya jalanan di Bandung saat itu, hari Sabtu kebetulan, secara plat B selalu mendomisili jalan raya. Why ? Entah kenapa juga tuh orang pada senang ganti plat kendaraannya (-_-) 


Begitu sampai di bandara Husen Sastranegara Bandung, aku langsung menuju loket checkin. Mungkin karena ini pertama kalinya ke bandara yang ada di kota tempat tinggal ku sendiri, aku malah berjalan menuju loket khusus antrian yang non domestic. OMG. 

Tapi setelah lirik kanan kiri, aku pun menemukan loket Citilink. Ugh.


Begitu masuk ke ruang tunggu bandara, aku langsung mengucapkan MasyaAllah. Why ?

Kagum, mungkin karena baru pertama kalinya aku ke bandara ini (he-he), lebih sering ke bandara Soekarno Hatta sih. 

Ternyata disini tempatnya beda sekali dari yang aku lihat sebelumnya di om google, ini luar biasa. Bersih dan nyaman sekali. Meskipun tidak terlalu luas, tapi aku pikir cukuplah, lumayan cool juga. 
Toilet yang bersih, restoran yang menyajikan makanan enak (khusus bagi orang berkantong tebal, secara kan bandara, harganya 5 kali lipat), ada wifi juga, ada komputer juga tuh di pojok, ya meskipun cuma ada 4 (kalau tidak salah). Aku kebetulan ikut chargering HP he-he


Jam 4.30 PM (take off jam 4.40) panggilan bagi penumpang citilink tujuan Denpasar- Bali pun terdengar, langsung saja aku bergegas, bukan cuma aku sih, tapi ratusan penumpang lainnya. Yups antri (tidak terlalu penting).

 *

Perbedaan waktu di Bali lebih cepat 1 jam. Sekitar jam 8 PM aku menuju hotel, Hardys Rofa Hotel namanya, yang sebelumnya aku sudah booking lewat traveloka. Murah banget, hanya 300.000++. Aku sudah bayar untuk  3 malam. Sekitar 1 jam sampailah di hotel (macet juga ya Bali) Sekedar informasi nih ya, aku tidak bisa menggunakan aplikasi Grab atau Uber atau sejenisnya saat aku tiba di bandara, ya akhirnya aku "terpaksa" menggunakan taksi bandara saja. 



Sampai di hotel, checkin, masuk kamar tepat di lantai 5 dengan view kolam renang yang biasa aja sih ya, di Bandung juga banyak ha-ha, tapi yang menjadi berkesan adalah ini Bali lho ya, Bali mannn! Oops.


Mungkin capek atau saking antusiasnya, aku tidak bisa memejamkan mata, aku pun mulai browsing mencari tau tempat yang ramai dikunjungi, tempat hiburan pastinya, apalagi kebetulan malam Minggu. 
Setelah mencari tau, aku pun menuju Bar khusus di jalan Dhyana, dengan memakai gojek. Soalnya mau sewa motor harus ada sim. 
Hallo repot.


Nama tempatnya Mixwell. Dihuni oleh para bule. OMG. Warga lokal sedikit. Sekitar 10:90 perbandingannya.

Aku pun memesan minuman kesukaan ku, Jhony Walker (red label pastinya). 
And you know what ? Harga minuman disini lebih murah daripada di Bandung. Tau kenapa ? Silahkan komentar! 😂

Bete juga 'kan. Pertunjukannya hanya DJ mix lagu yang biasa-biasa saja (mungkin karena baru jam 11 PM), aku pun membuka aplikasi khusus lagi, Dapatlah kenalan. Dan dia tau kalau aku ada di tempat itu. Kami bertemu dan setelah kenalan, dia ngajak aku ke sebuah club no 1 di Bali (katanya sih), yups namanya Sky Garden. Yeeee.... Yipiii...



Wow. Beneran bagus juga tuh tempatnya. Sampai di dalam aku pun langsung melacarkan aksi maut ku. 

Apa ? Bergoyang dong, kan tempat clubbing bukan tempat pengajian. 
Yuhu.. tapi paling pendek deh kayanya, secara di sekitar ku bule semua. Kebetulan pas aku masuk di panggung sedang ada pertunjukan. Ada menari dan lain-lain, atraksi begitulah. 

Tidak lupa aku juga mentraktir teman baru ku itu dengan minuman, dan aku hanya mendapatkan Vodka saat itu. Tapi jujur saja, aku tidak peduli dengan keberadaan dia (aduh durhaka nih), karena aku sudah "manteng banget", selesai pertunjukan, tiba-tiba saja dari panggung ada yang nyorot pakai lampu gitu. Aduh.. Apa nih...?


Ternyata itu waktunya party time, yang di sorot oleh lampu yang ada ditangan guard berbadan kekar boleh naik ke panggung. Wow. 

Tentu saja aku tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan berdesakan bersama para bule (Demi Tuhan aku tidak lihat warga lokal di panggung itu). Aduh pendeknya aku.


*

Sekitar jam 3 AM aku pun kembali ke hotel untuk istirahat. Dengan diantar oleh teman dari teman baru ku. Baik banget ya mereka. Ouh.. thankyou so muchhh guyzzz.

*

Next posting Perjalanan Ke Bali 2

Sesuram Inikah Hidupku ? - Hidupku Just My Life (24) 2016



Sekarang tanggal 26 Mei 2016.


Aku duduk disebuah kursi dengan deratan meja yang sedikit berantakan. Restoran Ayam dari Texas Amerika memang sedikit kalah daripada Kentucky. Wajar saja kalau memang tidak sebagus dulu pas pertama datang ke Indonesia. Entah kenapa juga ya. Bodo amat ah.


Yang aku pikirkan saat ini sebuah masa depan yang begitu suram. Jauh dari keluarga, tanpa teman dekat, tanpa pekerjaan, dan ditambah harus hidup bersama penyakit ini. Rasanya seperti debu jalanan saja, kemana angin bertiup disana aku berada.
Tanpa pekerjaan ? Ya, mungkin aku sedikit pilih-pilih pekerjaan, selalu ada saja kalau kesempatan, tapi hati aku selalu bertolak. Mungkin lebih tepatnya aku cepat bosan orangnya.

Aku juga sempat berpikir, kalau aku akan kembali menjadi (sensor). Tapi aku kan pernah berjanji tidak akan kembali ke dunia seperti itu. Dilain sisi, aku juga menyadari bahwa keterampilan ku sangat terbatas. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan.

*

Dan yang sangat membuat aku ketakutan, RS melaporkan ku ke polisi. Aduh. Rasanya dunia ini semakin sempit. Wajar saja sih dia melakukan itu, mungkin kesabaran dia sudah habis.

Selasa, 10 Mei 2016

Tiga Bagian Terpenting Dalm Hidup - Hidupku Just My Life (22) 2016

                3 Bagian Terpenting Dalam Hidup




Hidup itu memang tidak harus selalu bahagia, tidak harus selalu tertawa, tidak harus selalu kaya, tidak harus selalu untung, tidak harus selalu bersama mereka orang-orang yang sederajat, tidak harus selalu pintar, tidak harus selalu menang, tidak harus selalu ada.

Menurut saya (admin Hidupku Just My Life), hidup itu hanya ada 3 bagian saja.
3 bagian saja ? Kok Bisa ?
Baiklah, berikut pendapat saya ya, semoga bermanfaat.

(1). Pertama, hidup itu adalah sebuah mimpi.
Tidak semua orang bisa menjadi orang kaya yang selalu serba ada, tidak semua orang juga yang mau hidup dengan keadaan yang serba kekurangan, tapi semua orang akan mampu dan sanggup juga untuk tetap bermimpi.
Mimpi adalah awal dari kehidupan. Tidak akan pernah ada kehidupan jika tidak pernah ada mimpi. So, ada apa dengan mimpi mu ?

(2). Kedua, hidup adalah langkah.
Mimpi hanya sekedar mimpi, jika tidak pernah ada langkah. Seperti berjalan di dalam air. Mimpi saja tidak cukup, setiap pemimpi tidak akan pernah bisa hidup jika hanya bermimpi dan tetap bermimpi. Sebanyak apapun mimpinya, seperti mengumpulkan sampah saja. Kalau ada langkah, yakin, setidak bergunanya pun sampah pasti akan ada gunanya. So, langkahkan kaki mu. Now !

(3). Ketiga, hidup adalah bersyukur.
Sebanyak apapun yang sudah dicapai dalam hidup, seburuk apapun hasil dari langkah tadi, semuanya akan percuma. Pencapain akan selalu merasa kurang, kekurangan dalam hidup pun akan sangat menyiksa diri sendiri, kenapa ? Karena lupa bersyukur. Hidup akan lebih indah dan lebih bermakna jika selalu bersyukur. Tentu saja banyak sekali cara untuk bersyukur. (Akan dibahas next post). So, sudah bersyukurkah hari ini ?


Maaf kalau asal ya, hanya mengisi waktu senggang. Secara, saya sekarang sibuk banget berkebun. Hmm….