Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 09 Februari 2016

Money Changer Story (part 8) Cerita Non Fiksi 2016

Part 8

Bel apartemen ku tiba-tiba berbunyi. Ada tamu ? Padahal sebelumnya belum pernah ada yang datang kesini. Malam-malam begini lagi. Siapa ?

*
Malam itu aku sedang bersantai di sopa dan menyaksikan acara musik di TV. Kebetulan sedang ada acara pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta di Negara ku, ya, Negara dengan lambang Burung Garuda. Tiba-tiba saja bel apartemen ku berbunyi. Ada tamu ? Padahal sebelumnya belum pernah ada yang datang kesini. Malam-malam begini lagi. Siapa ?

Aku belum berani membuka pintu. Aku lihat jam menunjukkan pukul 11 malam. Meskipun beberapa kali suara bel berbunyi, aku tetap enggan membuka pintu itu. Aku hanya melihat dari lubang kecil di pintu. Ya Tuhan. Aku lihat dua orang dengan pakaian seperti polisi. Benar saja, itu adalah polisi. Tidak asing lagi bagiku saat melihat seragam mereka, karena aku sering melihatnya di sepanjang jalan kota. Mau apa mereka mendatangi kamar apartemen ku ?
Bukannya aku membuka pintu, karena aku sedang ketakutan, aku hanya mencoba cara agar mereka mengira bahwa aku sedang tidak ada di dalam. Aku terus berpikir dan berpikir.
Setelah beberapa menit aku berdiri dibalik pintu, aku mempunyai ide untuk pergi dari apartemen ku dengan tidak melewati pintu depan. Pintu belakang ? Tentu saja tidak ada, ini apartemen, di lantai setengah awan pula, bukan di rumah yang hanya 1 lantai. Bagaimana caranya aku keluar dari sini ?
Aku takut kalau mereka akan mencoba menangkap ku karena aku diketahui tinggal disini. Karena aku mengira bahwa berita tentang perampokan Money Changer itu sampai keluar Negeri, ke Negara Singa ini. Aku ketakutan sekali. Bingung.

Akhirnya, setelah hampir 10 menit mereka menunggu diluar, karena aku tidak kunjung membukakan pintu dan menemui mereka, mereka pun pergi. Terdengar suara langkah mereka dengan sepatu bootnya.

Uh, lega.
Aku pun mencoba untuk mengakhiri malam sambil memejamkan mata.

*
Aku terbangun dipagi hari. Oh bukan pagi lagi, tapi sudah siang.
Seperti biasa, aku pun langsung membuat sarapan dan mencoba melahapnya sambil menonton TV. Baru beberapa suap, suara bel terdengar persis seperti tadi malam. Aku pun mencoba untuk mengintip siapa yang ada dibalik pintu kamar ku. Setelah aku intip, ternyata dia adalah tetangga kamar ku, seorang perempuan tua yang aku pikir dia adalah seseorang yang sangat pandai bergaul. Ingat saat pertama aku tinggal disini dia langsung menyapa ku dan memperkenalkan dirinya. Tapi sampai saat ini pun aku tidak mengingat namanya.
Kemudian aku membuka pintu. Dengan ramahnya dia menyapa ku dengan ucapan selamat siang. Tentu saja aku juga membalasnya dengan sapaan yang sama. Ternyata dia menawarkan beberapa kue buatannya sendiri. Katanya, dia baru mau membuka usaha onlinenya. (padahal dari surat peraturan tata tertib penghuni apartemen, dilarang untuk menjadikan tempat tinggal sebagai tempat usaha). Dia menawarkan beberapa macam kue kering. Aku pun membelinya. Tapi hanya 1 macam saja. Karena aku kurang menyukai kue, apalagi kue kering. Sebelum dia pamit, dia bilang kalau semalam ada yang mendatangi kamar ku atau tidak. Aku jawab saja tidak tau, mungkin sudah tidur, jelasku. Dan ternyata orang yang dimaksud adalah petugas keamanan dari patroli polisi sekitar apartemen yang kami tinggali. Kebetulan semalam ada pencurian dilantai bawah. Jadi hampir setiap penghuni didatangi agar tidak lupa mengunci pintu atau tidak membiarkan sembarang orang masuk ke dalam kamar.

Aku kira ada apa. Ternyata hanya polisi yang berpatroli.
*
Aku sangat merasa kesepian . Aku pun mulai menyusun agenda ku. Sambil mencoba kue yang tadi aku beli dari tetangga ku. Lumayan enak.
*
Aku memutuskan untuk kembali ke Negara asal ku. Tapi bagaimana kalau aku tertangkap ? Aku kembali berpikir, kembali memikirkan apa yang harus aku lakukan. Harus kembalikah ? Dengan resiko yang mungkin lebih (membuat) rasa takut ku bertambah. Atau tetap tinggal disini dengan resiko tanpa teman, tanpa pekerjaan juga tanpa harapan.


Teman ? 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..