Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Jumat, 12 Februari 2016

Pengalaman Masuk Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga - Hidupku Just My Life (16) 2016

Ini cerita teman ku yang bernama Ridwan yang pernah di posting sebelumnya, dan sengaja aku hapus karena malah jadi ajang pencarian kerja juga mencari pekerja. 

Berikut ceritanya yang masih ada di file flashdisk ku. Dengan judul: Pengalaman Masuk Yayasan PRT (Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga).

***

Pengalaman Masuk Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga 


Tanggal 29 Oktober 2013 kemarin, aku ke Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga, namanya  Yayasan Tiga Putra Jaya, yang alamatnya di Jalan Utan Panjang II No. 27, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Memang awalnya niat aku buat nyari kerja ya, apapun akan aku kerjakan selama itu halal. Karena sebelumnya aku memang pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga juga di daerah Jakarta. Tapi jujur saja, memang sangat jauh dari kesan asisten atau pembantu.

Kisah

Aku dari Bandung berangkat sekitar jam 9 pagi dengan naik bis dari terminal Leuwi Panjang (Bandung) ke terminal Kp Rambutan (Jakarta), sampai sekitar jam 11.30, lumayan cepat karena aku naik bus cepat (exctv).

Dari Kp Rambutan aku naik Busway ke terminal Kp Melayu kemudian transit ke Pasar Senen, dan dari Senen naik Metro Mini no. trayek 24 (Ps Senen - Tj Priuk). Dan turun pas di depan Yayasan. Cepat juga. Sekitar jam 2 sudah sampai.

Sesampainya di Yayasan, aku langsung diminta KTP dan surat- surat lainnya, seperti Ijazah dan Kartu Keluarga.
(aku tau info ada Yayasan disitu dari googling juga, sebelumnya aku berniat menuju ke Yayasan yang ada di daerah Jakarta Selatan).

Mulailah sesi wawancara (seperti di kantor apa gitu ya :D)
Ibu pemilik Yayasan: Kamu lulusan SMA kok mau jadi pembantu ?
Tanya dia agak terheran- heran begitu.
Aku: Ya pengen aja Bu, soalnya pernah juga.
Ya ketahuan deh kalau aku pernah jadi pembantu kan. (hehe)
Ibu Yayasan: Baik saya carikan kerjaan/majikan buat kamu, tapi KTP dan surat- surat saya tahan ya.
Aku: Oh iya Bu.
Iya aja karena yakin banget bakal dapet kerjaan.

Sebenarnya aku hanya mencoba saja, bagaimana kalau kerja melalui agen Yayasan seperti ini, mudah atau sulit ? Kalau sebelumnya aku buat iklan sendiri.

Kemudian aku disuruh naik ke atas, ruangan buat calon pembantu..hehe

Ada 2 orang perempuan disana, yang 1 sudah ada majikan yang bayar dan tinggal siap diantar, dan 1 lagi yang baru datang juga (sebelum aku) yang ternyata udah ada majikan yang pesen juga. Aku ? du du du du.

*

Aku ? Selama 2 malam dan 3 hari, belum ada majikan juga yang nanyain. Bukan aku tidak sabar atau apa ya, akhirnya tadi pagi (tgl 31 Oktober) sekitar jam 7 aku bilang sama si Ibu nya mau pulang aja, karena belum ada majikan juga yang nyari. Entah kenapa itu Yayasan sepi banget.

Dan disitulah saatnya aku kena amukan si Haji SINGA ! Katanya sih Ibu haji.. Tapi dari perkataannya, Ya Allah, ampun deh amit- amit !!

Aku kan minta KTP dan ijazah juga kartu keluarga tuh, dan ternyata tidak dia kasih, malah dia bilang, “KTP saya tahan ! Kecuali kamu bayar dulu 50 ribu !!!”

Waduuhh !! Aku tidak punya uang lagi !! (sebenarnya punya sih 100 ribu lagi tadi tuh), tapi bikin alesan bagaimana caranya agar KTP aku bisa balik lagi tanpa harus membayar.

Aku mulai berpikir dan terus berpikir. Akhirnya,….

Minta Bantuan ke Kantor HAM

Setelah aku di maki- maki oleh ibu haji itu, dan katanya, aku kan disitu mandi, makan (3 kali selama 3 hari, karena aku beli mie sendiri sih, soalnya makannya cuma sama sambel aja, aslinya. Bukan berarti aku pilih-pilih makanan atau apa ya, cuma kan kalau terus sama sambel tomat nanti bisa-bisa malah sakit),  terus tidur dan nge-charge yang tidak lebih dari 30 menit dan langsung dicabut karena “DILARANG NGECAS HP !!” seperti yang tertulis di dinding. (Aku sempat baca, tapi karena tulisannya sudah hampir terhapus, aku pikir sudah tidak berlaku).

Intinya aku disuruh bayar 50 ribu.

Sebenarnya tidak jadi masalah jika disuruh bayar 500 ribu juga (mendingan di hotel sih,,hehe), tapi sikapnya itu lho yang bikin aku tidak suka, marah- marah mulu, sama tuh sama si Bapaknya.

Si Mbak yang 1 lagi yang dari Jawa Tengah (calon prt) kasian banget, dia kan agak gitu ya, lelet (maaf), selalu dibentak-bentak.

Terus sekitar jam 6 lebih aku keluar dulu alasannya mau jual HP buat nebus KTP.

Dan akhirnya aku langsung menuju Kantor HAM yang ada di Jln. Latuharhari No. 48, Menteng, Jakarta Pusat. Aku tau kesana googling juga sih.
Dari Kemayoran (depan Yayasan) naik Metro Mini no. 24 ke Ps Senen dan naik lagi Metro Mini no. 17 yang ke Manggarai, turun di sebelum rel kereta, disitu kan pas Jalan Latuharhari. Kemudian aku berjalan ke arah kanan, dan setelah menempuh jarak sekitar 300 meter sampailah aku di Kantor HAM.
Dan harus menunggu sekitar 30 menit lagi kata petugas disana. Kebetulan jam 7.30 aku sudah sampai disana. Tapi memang karena ngaretnya petugas yang ada di HAM, akhirnya aku baru bisa mengadukan alias tujuan ku kenapa aku datang ke kantor HAM itu sekitar jam 9.30.
Tidak masalah. Intinya aku mau minta bantuan agar KTP aku kembali tanpa harus membayar 50 ribu. Sekitar jam 9.30 baru ada yang nemuin, di ruangan khusus pengaduan, aku bertemu dengan petugas namanya Rian. “Bentar ya mas, saya mau nyalain dulu lampu dan AC nya” (gak penting sih).

Kemudian aku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir (tidak sampai 1 menit udah beres kok ceritanya), dan ternyata aku tidak bisa dibantu. HUFT
Aku tidak mengingat alasan kenapa tidak bisa dibantu, soalnya tadi pusing banget, malah di suruh ke kantor polisi saja. Aku sih maunya diantar sama orang HAM ke Yayasan-nya buat ngambil KTP..hehe. Tapi mungkin kata si Ibu Yayasan cemen banget ya gw !! hehe PISSS !!

Tapi tidak masalah. Ya sudah, akhirnya aku kembali ke Yayasan itu dan aku bilang ke Ibunya, kalau aku cuma punya 30 ribu lagi, dan akhirnya alhamdulillah KTP kembali.. HORE !!

Aku langsung menuju terminal Kp Rambutan, dan naik Bus Mios yang ke Bandung, 2 jam lebih sampai lagi di Bandung. Terus ke kost-an, bobo, mandi, dan langsung ke warnet dan menulis ini. Rasanya wow BGT..hehe

Pesan Untuk Pembaca

Kalau anda majikan yang berniat mengambil pembantu dari Yayasan Tiga Putra Jaya,  yang alamatnya di Jalan Utan Panjang II No. 27, Kemayoran, Jakarta Pusat, saya harap anda berpikir 10 kali dulu, karena saya akan membuka beberapa kecurangan di Yayasan itu. Saya tau dari surat pembaca (baca disini).

Dan aku tau juga dari si Mbak, (si Mbak yang tadi aku ceritakan di atas), gajinya suka dipotong 1 bulan. Kalau misalkan kita kerja di majikan 6 bulan dengan gaji 1 juta (contoh), 6 juta kan, nah katanya suka diminta sodaqoh 500 ribu paling minimal. Gila ya !!

Yang aku simpulkan dari Yayasan Tiga Putra Jaya, yang alamatnya di Jalan Utan Panjang II No. 27, Kemayoran, Jakarta Pusat itu, bahwa mereka hanya mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib dan penderitaan orang lain.

Memang sih sudah dibantu untuk dicarikan pekerjaan atau majikan, tapi tetap saja kan yang kerja prt nya, malah pihak yayasan juga sudah dapat uang admin dari majikan yang ambil PRT.


*

Oh iya, aku tidak menyesal kok, karena aku bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga. Dan sekarang aku mau mencari pekerjaan tanpa harus masuk yayasan penyalur terlebih dahulu.

Kalau anda yang membaca ini kaget, pembantu kok punya blog ? hehe.. Jangan kaget juga, ini baru 1 dari sekian Yayasan PRT yang culas. Mungkin yang lain lebih membuat menderita calon PRT-nya.

Buat saudara pembantu sekalian, yang sabar ya. J

*

NB: Tidak ada maksud menyudutkan sebuah pihak atau siapa pun, dan ini memang kenyataan dan saya alami..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..