Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Senin, 26 Januari 2015

Membuat Orang Bahagia


Aku punya prinsip, bahwa hidup ini tidaklah kekal, maka hidupku tidak mau ada sesuatu yang ribet dan berlebihan. Dalam hal apapun itu.

Begitupun dalam hal cinta. Cinta lagi ? Wajar. Namanya juga masih anak muda..hhee
Ok
Kalau misalkan dia, orang yang dicintai dan aku sayangi dengan setulus hati malah berpaling, mungkin aku hanya akan bertanya sekali saja, kenapa ? Jika memang alasannya jelas, kenapa harus keukeuh mempertahankan dan mengejar.
Mungkin iya, tapi itu dulu. Justru yang akhirnya membuat hati semakin sakit.
Kalau sekarang aku akan mencoba menerima setiap keputusan yang ada, ya sekali pun akan terasa sedikit sakit, tapi aku tidak bisa dan tidak boleh egois, karena ini bukan hanya menyangkut hidup aku saja, tapi hidup dia juga. Harus tetap bisa menjalani kehidupan masing-masing.

Jujur saja, kalau sudah sayang sama orang, apapun aku lakukan, asalkan tidak ada tuntutan. Justru jadi males kalau sudah mulai meminta. Oh ya !!

Selama aku mampu kenapa tidak.

Itulah yang pernah aku pelajari dalam hidup ini, pentingnya berbagi dan membuat orang lain tersenyum bahagia.
Meskipun hanya senyum simpul yang kecil. Setidaknya masih ada setitik kebahagian yang mampu aku berikan.

Jika membahas tentang kebahagian, aku selalu merasa bahagia. Alhamdulillah.
Dan kebahagian ku saat ini, Allah masih memberiku nafas, Allah masih memberiku kesehatan, Allah masih memberiku jalan untuk mendapatkan rezeki dari-Nya, Allah masih memberiku kesempatan untuk membuat orang lain bahagia dengan cara-cara yang Dia berikan, masih ada orang-orang baik disekitar aku, dan yang penting dan sangat membuat aku bahagia, ketika Allah masih memberiku kesempatan untuk bisa membukakan pintu hati aku untuk bisa mencintai dan menyayangi orang lain.

Dan, aku selalu berharap, semua niat baikku Allah kabulkan.

Aku hanya ingin membuat orang lain bahagia.

Jumat, 23 Januari 2015

Kenapa Kepo dan Sangat Protektif ?

Jangan menilai seseorang dari satu sisi apalagi hanya dari luarnya saja. Kalau memang mau jadi juri, harus total juga, harus tau dan mengerti secara keseluruhan yang di lihatnya. Jadi, kalau belum bahkan tidak tau seluruhnya, lebih baik keep silent aja.
Shut-up !!
Dan, manusia itu sah-sah saja jika ingin menilai manusia lain, karena 'kan setiap makhluk punya hak masing-masing. Hanya saja harus tau juga batasannya. Mana yang wajar, harus dan memang sangat harus, bahkan mungkin yang tidak harus sama sekali.
Kenapa orang suka kepo, bahkan over protektif, setiap tindakan pasti ada alasannya.
Begitupun orang-orang yang tergolong ke GRUP "kepo dan over protektif". Mungin hanya sekedar ingin tau saja dan bahkan mau tau banget, sehingga memang benar-benar ada niat dari jauh-jauh waktu.
Mencari tau apa kegiatan dia, sedang dimana dia, dengan siapa dia, atau mungkin kebiasaan/sifat dia, lebih ke hal yang pribadi.
Wajar saja jika mereka itu memang wajar melakukannya, dan sangat tidak wajar jika memang sudah lewat dari batas wajar.
Tapi, yang aku tau dan pernah aku alami, itu salah satu tanda sayang dari seseorang. Tidak menutup kemungkinan juga kalau ada niat lain, tapi kalau aku ya atas dasar sayang. Aku takut dia kenapa-kenapa.
Saking sayangnya....
Dan kalau menurut aku juga, harus ada (?) jika dia tidak pernah mau tau tentang kita. Bukan tidak peduli, tapi lebih ke acuh. Jadi tidak pernah membuat alasan untuk bertanya "kenapa".
Entahlah.
Setiap orang punya hati nurani dan pikiran, di suatu titik dimana orang itu akan merasa dan berpikir, mana yang tulus dan mana yang tidak.
Maaf jika aku berkebihan.
Semua itu karena aku sayang dan sangat sangat cinta sama kamu.
Jangan berpikir hal yang tidak perlu dipikirkan, tapi harus bisa dan mampu merasakan apa yang memang kamu harus rasakan, touch your heart-slowly..

Senin, 19 Januari 2015

Jatuh Cinta Lagi, oops..!! (Cerita 2015)

Ya, aku pikir semua orang memang berhak mencintai dan dicintai. Tapi ada satu hal yang tidak mungkin orang itu bisa terima, jika mencintai orang yang tidak mencintainya. Dan yang aku tau, itu wajar saja dan sangat biasa wajar dalam hal percintaan.
Karena setiap orang 'kan berhak menentukan pilihannya sendiri. Harus tau diri juga, harus lihat diri sendiri juga, apakah pantas untuk dia atau tidak.
Oke, saat ini aku sedang merasakan hal yang sekian lama tidak pernah aku rasakan lagi, ya, cinta.
Yang namanya perasaan tidak harus bertemu dulu sebelumnya, namanya juga perasaan, tidak bisa disentuh, tapi berbentuk, tapi tidak berwujud, hanya sebuah hati yang bisa merasakannya. Itu pun hati yang masih terbuka, terbuka untuk menerima sebuah ungkapan dari hati yang lain.
Mungkin sedikit puitis, tapi setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh hati dan sampai jatuh cinta, bagaimana perasaan orang-orang tersebut, mungkin sedikit aneh, sedikit perhatian, meskipun perhatiannya masih dalam proses latihan ? Latihan ? Ya, mungkin yang biasanya cuek dan tidak mau tau, karena ya ada sebuah perasaan itu tadi, apapun akan dia lakukan demi membuat si dia bisa nyaman dan bahagia.
Aku selalu begini, kalau sudah suka dengan seseorang, ya sudah, aku tidak berbuat apa-apa lagi, hanya bisa diam dan berpikir, apakah dia mempunyai perasaan yang sama kepada aku ? Meskipun terdengar mungkin dari ucapan dia, tapi inilah diriku, selalu tidak bisa yakin dan percaya dengan ucapan orang, sekalipun itu keluar dari mulut orang yang aku cintai.
Butuh waktu yang cukup lama untuk mengetahui semuanya. Bukan hanya mengetahui, tapi bisa merasakan seluruhnya.
Mungkin ini sebuah kesalahan yang aku lakukan lagi, jatuh cinta.
Aku pernah bilang, bahwa aku tidak mau jatuh cinta lagi pada siapa pun, sekalipun itu pada orang yang mencintai aku. Kenapa ? Karena aku tidak mau sampai sakit lagi, sakit hati.
Mungkin jatuhnya cuma sedetik, tapi butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.
Apalagi aku tidak punya kelebihan untuk orang agar punya alasan untuk sayang dan cinta sama aku.
Cakep ? Enggak. Pintar ? Enggak juga. Entahlah..
Waktu yang akan membawaku kemana dan bagaimana. Karena langkahku sudah berhenti di kamu, CK..