Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Senin, 28 Oktober 2013

Penyesalan

Hidupku Just My Life 02:25/Oct 28/13
Ah tahu gitu, ini mungkin salah satu ungkapan yang sering kita ucapkan ketika ternyata apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Ungkapan penyesalan, mungkin itu tepatnya.

Menyesalmungkin (hampir) semua orang pernah mengalaminya. Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ketika perbuatan kita menghasilkan sesuatu yang jauh dari harapan, saat itulah penyesalan akan muncul. 

Artinyasetiap orang, siapapun dia, asalkan pernah menyemarkan harapan dalam kehidupannya, pasti pernah mengalami penyesalan. Manusiawi, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk mengambarkan adanya penyesalan. Tapi, apakah benar-benar manusiawi? Apakah benar jika penyesalan pasti selalu ada dalam kehidupan kita?

Bagi sebagian orang, jawabanya bisa iya, bisa juga tidak bagi sebagian yang lain. Lho kok bisa? Ya..sekali lagi, penyesalan muncul jika hasil tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Artinya..penyesalan itu sebenarnya bisa kita minimalisir atau bahkan kita hilangkan dari kamus kehidupan kita.

Hidup adalah pilihan. Memilih konsekuensi-konsekuensi. Artinya, setiap pilihan yang kita buat dalam hidup akan memunculkan suatu konsekuensi yang harus siap kita tanggung. Seseorang yang memilih untuk menjadi pelukis, harus siap untuk tiap hari berjibaku dengan cat. Tak jarang, pakaiannya pun tercoreng moreng cat. Begitu pun orang yang memilih menjadi tukang las. Ia harus siap tersenggat panasnya pijar api las. Lalu, kenapa kita harus menyesalianya jika kita sudah menetapkan hati untuk memilihnya?

Penyesalan menjadi salah satu indikasi bahwa kita tidak pernah sepenuh hati melakukan apa yang sudah kita kerjakan. Atau bahkan, kita tidak memikirkan bahwa setiap perbuatan kita menyimpan konsekuensi yang harus kita tanggung, siap atau tidak. Penyesalan hanya menjadi suatu bukti bahwa kita bukan manusia yang siap - siap menanggung resiko. Pun, penyesalan menjadi bukti bahwa kita bertindak tanpa berfikir, tanpa rencana. Kita hanya menuruti nafsu kita.

Berplanning, itu salah satu yang diajarkan oleh para ahli manajemen. Kehidupan kita harus diplanning secara baik. Meski tidak meniscayakan kesuksesan dari setip yang kita lakukan. Sukses atau gagal sudah menjadi konsekuensi yang harus kita tanggung. Karena hanya dua itulah yang selalu setia mengiringgi setiap langkah kita. Kita sendirilah yang menentukan, mana yang harus kita pilih, kesuksesan atau kegagalan. Artinya, tidak ada kamus penyesalan, karena kita sendirilah yang memilih kehidupan kita.

2 komentar:

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..