Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Minggu, 06 Oktober 2013

Be Good Parents ?

Seminggu kemaren aku kerja di sebuah Rumah Makan daerah Moh Toha, Bandung.

Yang jelas, sekarangan aku tidak lagi kerja disitu, karena ada suatu masalah kecil yang menyebabkan aku harus (out) dari situ.

Pengalaman aku disitu lumayan banyak juga. Tapi lebih ke keluargaan.
Pemiliknya orang Padang. Mereka sangat baik menurutku. Bapaknya juga Ibunya sama" bersikap wajar kepada karyawannya.

Mereka mempunyai dua orang anak. Yang paling besar kelas 2 SMP, dan yang paling kecil baru berumur 2,5 tahun.

Suatu hari, aku diajak Bapaknya ke daerah Antapani, untuk mengunjungi Rumah Makan yang disana. Dengan diantar anaknya, Iwan namanya.
Sampai disana malam. Dan bukan cuma aku saja yang disuruh kesana, karena ada satu karyawan lagi. Jadi kami bertiga.

Larut malam, tidur.

Pagi", kita semua bangun.
Dan melakukan aktifitas/ pekerjaan seperti biasanya yang dikerjakan di Rumah Makan.

Kira" saat itu pukul 10.00, bapaknya datang. Bawa belanjaan.
Dan nanyain Iwan, anaknya itu.
Setahu aku dan teman aku, Iwan pergi ke warung.

Sudah, kita cuma ditanya begitu saja, dan kembali mengerjakan tugas masing" lagi.

Tidak berselang lama, dari arah kamar tidur (punya Iwan), terdengar suara tangisan dan juga "plak" terdengar jelas sanpai ke dapur tempat aku dan temanku bekerja.
Dan ternyata, Iwan di tampar dan di tendang. Astagfirullah..

Bapaknya terus menyentak Iwan dengan bahasa Padangnya yang mungkin artinya, "jangan menangis, nanti saya tampar lagi kamu".

Hhh..rasanya nggak tega banget melihat seorang anak diperlakukan seperti itu oleh Bapaknya sendiri. Tega ? Kejam ? Sadis ?

Dari situ, aku berfikir... "kok ada ya orangtua yang seperti itu ?" Kejam sekali menurutku.
Dan mungkin bukan cuma ada, tapi banyak yang seperti itu.

***
Siang harinya aku disuruh kembali ke Rumah Makan yang di Moh Toha. Dianter sama Iwan. Jadi cuma berdua aku sama Iwan aja.
Di perjalanan, di angkot tepatnya. Aku berani bertanya sama Iwan, kenapa kok Bapak kamu galak banget, gitu. Iwan cuma menjawab, "mungkin Bapak cuma lagi pusing aja, makanya seperti itu".

Oh ya ? Kok bisa ya ?
Padahal itukan bisa merusan mental si anak, Iwan.
Anak yang seumuran Iwan itukan seharusnya diberi bimbingan yang lebih terarah untuk masa remajanya. Bukan diperlakukan seperti itu. Bahkan bukan hanya akan merusak mental si anak, tapi juga bisa mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan daya berfikirnya.

Entahlah.. Aku juga tidak bisa berbuat apa".
Cuma bisa berkata,"yang sabar ya Wan"..

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..