Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Kamis, 16 Juni 2011

Serdadu Kumbang: Mimpi Bocah Berbibir Sumbing


 Bocah laki-laki itu asyik menonton siaran berita di layar kaca. Dari luar, ibunya berteriak-teriak memanggil namanya, namun si bocah tak bergeming. Dia masih saja menonton televisi, hingga si kakak yang bernama Minun datang marah-marah. Amek, nama bocah laki-laki tadi, akhirnya beranjak dari siaran berita kesayangannya.
Di lain waktu, Amek bingung ketika dia ditanya tentang cita-cita oleh gurunya, Imbok. Bocah berbibir sumbing itu membisu, entah bingung atau malu, sementara teman-teman sekelasnya saling berebut mengutarakan cita-cita mereka.
Adegan demi adegan tersebut ada di film 'Serdadu Kumbang'. Film terbaru rumah produksi Alenia Pictures itu bercerita tentang tiga bocah laki-laki bernama Amek (Yudi Miftahudin), Acan (Fachri Azhari) dan Umbe (Aji Santosa).
Mereka bertiga bersahabat layaknya saudara. Sama-sama tertinggal kelas tahun lalu, sering dihukum guru lantaran terlambat ke Sekolah, dan tingkah laku yang jahil membuat mereka begitu 'terkenal' di sekolahnya di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Amek tinggal bersama ibunya, Siti (Titi Sjuman) dan kakak perempuannya Minun (Monica Sayangbati). Ayahnya, Zakaria (Asrul Dahlan) lama tak pulang lantaran bekerja sebagai TKI di Malaysia. Siti bekerja membanting tulang lantaran suaminya tak pernah mengirim uang, jangankan uang, kabar pun hanya satu kali dikirimkan lewat surat.
Selain memiliki dua sahabat sejati, Amek yang terlahir dengan bibir sumbing itu punya seekor kuda bernama Smodeng. Ya, dibalik kekurangan yang ia miliki, Amek memang pandai berkuda.
Berbeda dengan adiknya, Minun adalah langganan juara kelas. Mereka berdua sekolah di lingkungan yang sama. Tahun ini, Minun mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMP, sementara Amek harus lulus UN tingkat SD kalau tak mau mengulang kelas lagi.
Dalam film yang disutradarai Ari Sihasale itu, diceritakan bahwa ketiga sahabat ini dididik oleh ibu guru Imbok (Ririn Ekawati) yang berwatak sabar. Namun mereka juga kerap dihukum oleh guru bernama Alim (Lukman Sardi) yang sangat keras dan disiplin.
Mereka bertiga juga mengaji pada Papin (Putu Widjaya). Papin adalah seorang kakek yang penyayang. Berbeda dengan teknik pengajaran guru Alim, dia mengajari bocah-bocah itu dengan cara halus dan bijaksana.
"Saya tidak bangga kalau cucu saya cerdas di kepala tapi tidak cerdas di hati," ujar Papin saat meladeni guru-guru di sekolah cucunya.
Banyak hal yang menjadi kendala saat proses syuting berlangsung.
"Untuk mencapai lokasi syuting itu jalannya jauh dan susah ya, cuaca juga jadi kendala jadi kami harus sabar," kata sang produser, Nia Zulkarnaen pada VIVAnews.com.
Istri Ari Sihasale itu menuturkan bahwa mereka juga mengajak beberapa anak asli Sumbawa untuk bermain di film terbarunya. Selain itu beberapa bintang papan atas juga ikut bermain di film ini, diantaranya Leroy Osmani, Surya Saputra, Lukman Sardi, Titi Sjuman, Fanny Fadila, Dorman Borisman dan Putu Wijaya.
Sementara soundtrack 'Serdadu Kumbang' dikerjakan oleh Ipang. Selain kental dengan unsur keceriaan anak-anak dan pendidikan, film ini juga menampilkan keindahan alam Sumbawa.
Film produksi Alenia Pictures ini juga mengajarkan anak-anak untuk tetap semangat meraih cita-citanya. Bahwa cita-cita itu harus diperjuangkan, tak hanya sekedar menggantungnya di pohon lalu semua impian bakal terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..