Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Minggu, 06 Februari 2011

Hidup Ku Just My Life (Bag 6)

" Aku lagi ingin sendiri, aku lagi benci sama hidupku sendiri"

Begitulah kalimat yang saya dengar dari mulut sahabat saya atau mungkin lebih tepatnya saya baca lewat ketikan keyboardnya di message facebook,,.


Dia begitu marah ketika saya mencoba untuk mencoba menjalin kembali hubungan persahabatan yang renggang selama beberapa bulan belakangan,,.


Kenapa seseorang bisa jadi benci sekali dengan kehidupannya dan orang-orang tertentu di sekitarnya? kata seorang teman hidup itu indah, tapi kenapa ada orang yang membenci kehidupannya, membenci orang-orang yang peduli akan dirinya,,.


Apakah memang "kehidupan" telah melakukan kesalahan pada dirinya atau ketidakmampuannya memaknai peristiwa kehidupannya dan mengambil hikmah darinya,,.


Pada hakikatnya hidup itu memang indah, tapi bagaimana seseorang memandang berbagai peristiwa dalam hidupnya akan menentukan seberapa "indah" kah hidupnya,,.


Keindahan hidup tidak hanya ada pada kegembiraan dan kebahagiaan saja, ada keindahan hidup dalam kesedihan, ada keindahan hidup dalam penderitaan,,. Semua tergantung pemaknaan yang dilakukan terhadap peristiwa yang terjadi,,.  


Tidak banyak orang yang mampu memaknai sebuah peristiwa dengan mengambil hikmah positif dari peristiwa itu,,.


Hanya orang yang mampu berpikir positif (positive thingking ) dalam berbagai bidang yang mampu melakukannya karena dengan berpandangan positif, wawasan terhadap sesuatu yang telah dan baru dikenal mengalami terobosan. Inovasi dan kreativitas adalah ‘pengawal’ pandangan positif. Teman yang setia mengawalnya di depan adalah optimisme,,.


Dalam Islam, pandangan positif terhadap Sang Pencipta Allah SWT adalah kemutlakan. Tak ada sesuatu pun yang terjadi di muka bumi kecuali karena kehendak-Nya. Angin berdesir, elektron berputar, komet berpijar, dan mikroba membelah diri terjadi karena seizin-Nya. Sebaliknya, bagi yang berpandangan negatif terhadap Allah, segala hal yang menimpanya dipandang sebagai kesusahan dan berujung pada keluh kesah. yang pada ujungnya dia akan menyalahkan kehidupan telah bersekongkol menghancurkan kebahagiannya,,.


Pandangan positif kepada Allah adalah induk bagi pandangan positif terhadap hidup. Indahnya hidup hanya dapat dirasakan dengan bersandar pada pandangan positif terhadap Allah. Lalu bagaimana aplikasi cara pandang seperti ini? Jawabnya: banyak cara mengaplikasikannya. Sebab tiap orang punya cara berbeda dalam memandang hidup,,.


Just open your eyes, and see that life is beautiful,,. (,,sangat cantik,,)


(,,this is not a story my friend but my story,,.)





2 komentar:

Komentar anda akan memotivasi blog ini lebih cemerlang..